“Dan saat ini kami melaksanakan latihan anti anarkis, dimana latihannya pun, kami sesuaikan dengan perkembangan situasi Kamtibmas yang terjadi di tengah masyarakat, sehingga tindakan yang kami lakukan akan tetap terukur dan sesuai prosesur serta tidak melanggar HAM. Ini semua sebagai implementasi dari bakti Brimob untuk masyarakat,” tambah Nur Ichsan.
Dalam latihan anti anarkis ini, tampak pula Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) C Pelopor, AKP Andi Muhammad Syafe’i, yang memperagakan teknik berlindung dengan menggunakan tameng desak.
Tidak ketinggalan para Danki jajaran Batalyon C Pelopor dan anggota begitu antusias dan semangat mengikuti latihan ini.
Sementara, di tempat terpisah, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Anis PS, mengatakan jika Satbrimob Polda Sulsel terus melakukan peningkatan kemampuan personel untuk memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat ketika terjadi aksi-aksi anarkisme.
“Kami akan terus melakukan latihan peningkatan kemampuan demi menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di Provinsi Sulsel sebagai wujud dari bakti Brimob untuk masyarakat,” ungkapnya.
“Latihan ini juga kami lakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari tingkat Batalyon sampai ke tingkat Regu, sehingga pergerakan personel Brimob Polda Sulsel di lapangan lebih dinamis namun tetap sesuai prosedur seperti filosofi Roda Kompas yang kami gunakan di dada kiri, yaitu dapat bergerak kemana saja dari segala penjuru,” tambahnya. (***)