search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Anir-Lutfi Terus Difitnah, Pengamat: Ujian Kemenangan

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 29 Oktober 2020 21:00
Ibnu Hadjar Yusuf. foto: istimewa
Ibnu Hadjar Yusuf. foto: istimewa

PLUZ.ID, PANGKEP – Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Makassar, Ibnu Hadjar Yusuf, menilai, kampanye hitam yang dialami pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pangkep, Andi Nirawati-Lutfi Hanafi (Anir-Lutfi), menjadi bukti pasangan nomor urut 4 ini, kian diperhitungkan di Pilkada Pangkep.

“Dalam hal kontestasi politik seperti ini, ada terpaan atau tuduhan sifatnya fitnah memang sering terjadi. Dan yang biasa diterpa hal demikian itu biasanya calon yang diperhitungkan. Jadi selamat kepada Anir karena ada yang galau dan khawatir, psikologi mereka terganggu, karena tidak bisa lagi beradu gagasan,” kata Ibnu, Kamis (29/10/2020).

Ibnu menjelaskan, pergerakan Anir-Lutfi dan tim, memang sudah sangat baik. Tren elektabilitas pasangan ini juga semakin positif.

“Anir selalu hadir di masyarakat, di akar rumput, bersosialisasi sampai di media. Pendekatan ini saya rasa Anir memiliki kelengkapan yang matang. Bisa dikatakan ujian untuk kemenangan,” jelasnya.

Ibnu mengatakan, selain mempelajari dan mengambil langkah hukum dari video tersebut, Anir-Lutfi dan tim tidak perlu menanggapi secara berlebihan, apalagi sampai terprovokasi.

“Pengamatan saya, Anir cukup tenang dan tidak gusar dengan isu tersebut. Dan saya lihat memang bukan kelas Anir menanggapi isu ini. Hal ini cukup bagus untuk psikologi tim. Karena yang terpenting bagi Anir-Lutfi saya pikir harus tetap solid. Kalau bisa semakin diterpa badai, Anir semakin kompak,” katanya.

Apalagi soal kampanye negatif ‘Jangan Jadikan Perempuan Pemimpin’. Isu gender bukan hal yang relevan lagi di masa sekarang ini.

“Beda masanya sekarang. Persoalan emansipasi wanita, tidak tabu lagi. Laki-laki juga cukup siap dipimpin seorang perempuan yang tentu secara konsep jelas dan matang. Tidak relevan-lah, sekarang sudah modernisasi, globalisasi dan zaman milenial,” jelas Ibnu Hajar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top