search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Andi Amran Sulaiman kepada Pengusaha Tani Muda: Siap Rugi, Berarti Siap Jadi Konglomerat

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 21 Juli 2026 23:41
Andi Amran Sulaiman. foto: istimewa
Andi Amran Sulaiman. foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan, keberanian menghadapi risiko dan kegagalan merupakan fondasi utama lahirnya pengusaha-pengusaha besar Indonesia.

Menurutnya, tidak ada konglomerat yang lahir tanpa melewati proses jatuh bangun. Karena itu, generasi muda yang ingin sukses di dunia usaha, khususnya sektor pertanian, harus berani mengambil risiko dan pantang menyerah.

Pesan tersebut disampaikan Mentan Andi Amran saat menghadiri Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Pengusaha Tani Indonesia (PTI) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Di hadapan para pengusaha muda dan mahasiswa, Andi Amran menegaskan, kerugian bukanlah akhir dari sebuah usaha, melainkan proses pembelajaran yang membentuk karakter seorang entrepreneur.

“Kalau mau menjadi pengusaha, yang Anda tunggu adalah rugi dulu. Minimal lima sampai sepuluh tahun. Begitu untung, hasilnya bisa berlipat. Siap rugi berarti siap jadi konglomerat,” tegasnya.

Menurutnya, pengalaman menghadapi kegagalan justru menjadi bekal paling berharga yang tidak akan diperoleh di bangku kuliah.

Mereka yang takut rugi akan sulit berkembang karena enggan mengambil peluang dan tantangan.

“Rugi itu adalah guru terbaik menuju sukses. Orang yang takut rugi tidak akan pernah menjadi pengusaha besar. Asal ada manusia takut rugi, tidak usah jadi pengusaha,” ujarnya.

Andi Amran juga meluruskan anggapan sektor pertanian kurang menarik bagi generasi muda.

Ia menunjukkan, sebagian besar konglomerat Indonesia justru membangun bisnis dari sektor berbasis pertanian, mulai dari pangan, perkebunan hingga industri pengolahan hasil pertanian.

“Masalahnya bukan di sektor pertaniannya, tetapi pada mindset kita. Hampir 80 persen konglomerat Indonesia bergerak di sektor berbasis pertanian. Artinya, pertanian adalah sektor yang menjanjikan jika dikelola dengan kerja keras, inovasi, dan keberanian mengambil risiko,” katanya.

Oleh karena itu, Andi Amran mendorong Pengusaha Tani Indonesia menjadi organisasi yang mampu melahirkan pengusaha-pengusaha muda tangguh sekaligus menjadi contoh keberhasilan usaha pertanian modern di setiap daerah.

Ia mengajak seluruh anggota PTI memanfaatkan setiap jengkal lahan produktif, membangun kawasan percontohan berbasis teknologi, serta menjadi motor penggerak pemberdayaan petani dan generasi muda di wilayah masing-masing.

“Bangunkan lahan tidur, hidupkan pemuda, hidupkan desa. Jadilah teladan. Kalau pertanian dikelola secara modern dan profesional, saya yakin akan lahir semakin banyak pengusaha besar dari sektor pertanian Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Amran juga menyampaikan, Kementerian Pertanian siap berkolaborasi dengan PTI untuk mempercepat lahirnya wirausaha muda di sektor pertanian melalui pendampingan, pemanfaatan teknologi modern, serta pengembangan kawasan percontohan di berbagai daerah.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan organisasi pengusaha muda menjadi salah satu kunci memperkuat regenerasi petani sekaligus meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Menutup arahannya, Andi Amran kembali mengingatkan, karakter merupakan modal terpenting bagi seorang pengusaha. Keberanian menghadapi kegagalan, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah akan menjadi pembeda antara mereka yang berhenti di tengah jalan dengan mereka yang kelak menjadi pengusaha besar.

“Kalau kehilangan uang, Anda tidak kehilangan apa-apa. Kalau kehilangan semangat, Anda kehilangan sesuatu. Tetapi kalau kehilangan karakter, Anda kehilangan segalanya. Karakter itulah yang akan membawa seseorang menjadi pemimpin dan pengusaha yang sukses,” pungkas Mentan Andi Amran. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top