search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny-Fatma Diunggulkan Menang, Akademisi: Sisa Jaga Basis Suara dari Kecurangan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 08 Desember 2020 16:00
Muhammad Ridha. foto: istimewa
Muhammad Ridha. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Hari pencoblosan Pilwalkot Makassar sisa beberapa jam lagi ke depan, tepatnya, besok, Rabu (9/12/2020). Inilah momen memilih satu dari empat pasangan calon pemimpin Kota Makassar, pasca kemenangan Kolom Kosong (Koko) di Pilwalkot Makassar 2018.

Akademisi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Muhammad Ridha, menilai, pilwalkot calon tunggal Kota Makassar dua tahun lalu, masih begitu membekas di ingatan publik pasca Mohammad Ramdhan Pomanto ‘dikerjai’ yang berujung diskualifikasi. Kemenangan kolom kosong melawan Munafri Arifuddin, pun menjadi catatan sejarah baru di sepanjang sistem pilkada langsung di tanah air.

“Salah satu yang khas dari Pilwalkot Makassar, seperti kasus kemenangan kotak kosong melawan Munafri (Munafri Arifuddin/Appi) menunjukkan kesan bahwa Danny sebagai orang biasa, bukan bagian dari kepentingan elite lokal, sangat besar,” kata Ridha kepada awak media, Selasa (8/9/2020).

Akademisi yang menulis beberapa buku berkaitan dengan isu-isu ekonomi politik kontemporer ini, menekankan, hasil Pilwalkot Makassar 2018 bisa dikata cerminan karakter masyarakat Makassar. Yakni tidak akan menerima kelompok penguasa menjalankan roda pemerintahan.

“Orang Makassar itu, menolak dominasi oligarki. Kemenangan kotak kosong bisa memperlihatkan itu,” kata Ridha.

Sekadar diketahui, hasil Pilwalkot Makassar 2018 lalu, perolehan suara yang mencoblos koko sebanyak 300.795 orang alias 53,23 persen dari total suara sah. Partisipasi pemilih pun cuma berada di angka 57,20 persen.

Lantas siapa yang berpeluang dari empat pasangan calon di Pilkada Makassar 2020?

Ridha menilai, pasangan Danny-Fatma tinggal menjaga lumbung-lumbung suara untuk memenangkan Pilwalkot Makassar. Dan itu sudah terkonfirmasi dari hasil survei yang tanpa direkayasa.

“Saya kira Adama (akronim Danny-Fatma) tinggal menjaga basis-basis suara mereka. Survei terakhir CRC (Celebes Research Center) memperlihatkan keunggulan elektabilitas jauh di atas pasangan lain,” demikian Ridha.

Dalam survei CRC, menunjukkan 45,9 persen masyarakat menginginkan pasangan Danny-Fatma menjadi wali kota dan wakil wali kota. Angka itu unggul jauh dari pasangan Munafri Arifuddin-Rahman Bando dengan 35,2 persen, lalu Syamsu Rizal-Fadli Ananda 9,6 persen, dan Irman Yasin Limpo-Andi Zunnun Nurdin Halid 6,6 persen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top