“Penurunannya lumayan besar tahun ini, karena masih masa pandemi Covid-19,” bebernya.
Aris menambahkan, hingga H-7 Natal 2020 penumpang yang naik dan turun terbanyak adalah penumpang kapal dengan destinasi Batulicin di Kalimantan Selatan, kemudian Surabaya, Jawa Timur dan Baubau, Sulawesi Tenggara.
Aris optimistis pandemi Covid-19 segera berlalu, sehingga kondisi arus penumpang dan kapal utamanya di Pelabuhan Makassar bisa kembali normal seperti tahun-tahun sebelumnya.
Sementara, setiap penumpang yang akan naik ke kapal diwajibkan mengikuti standar protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19 yang diterapkan di Pelabuhan Makassar. Yakni masuk ke dalam bilik disinfektan, menukarkan kode booking dengan tiket di DCS, melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan dokumen berupa KTP, tiket dan surat keterangan (suket), kemudian check in dan masuk di ruang tunggu terminal.
Penumpang yang turun dari kapal juga diharuskan masuk ke dalam bilik disinfektan, kemudian dilakukan pemeriksaan dokumen eHAC oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), lalu melewati thermal scanner dan penumpang keluar dari terminal.
Di dalam terminal juga dilakukan beberapa tindakan preventif dan social distancing, diantaranya penumpang wajib menggunakan masker, penyediaan hand sanitizer, pengaturan tempat duduk bagi penumpang dan pembersihan fasilitas pelabuhan. (***)