search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kasus Covid-19 Tinggi, Rektor UIM Pimpin Penyemprotan Disinfektan

doelbeckz - Pluz.id Senin, 04 Januari 2021 11:00
PENYEMPROTAN. Rektor UIM DR Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi didampingi Humas IDI Kota Makassar yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM dr Wachyudi Muchsin SH memimpin langsung penyemprotan massal di seluruh gedung Kampus UIM, Senin (4/1/2021). foto: doelbeckz/pluz.id
PENYEMPROTAN. Rektor UIM DR Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi didampingi Humas IDI Kota Makassar yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM dr Wachyudi Muchsin SH memimpin langsung penyemprotan massal di seluruh gedung Kampus UIM, Senin (4/1/2021). foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Universitas Islam Makassar (UIM) sebagai salah satu kampus yang sangat konsen membantu pemerintah dalam memerangi Covid-19.

Mulai saat pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik 700 mahasiswa UIM menjadi Agen of Change bagi masker, pembuatan hand sanitizer, dan lain-lain saat wisuda juga secara online, dan terakhir wisuda tatap muka dengan protokol kesehatan ketat dengan mensyaratkan surat repid test.

Kali ini, di bawah langsung komando Rektor UIM, DR Ir Hj Andi Majdah M Zain MSi bekerja sama PMI Sulsel melakukan penyemprotan massal di seluruh gedung Kampus UIM, hari ini, Senin (4/1/2021).

Majdah didampingi dr Wachyudi Muchsin SH selaku Humas IDI Kota Makassar yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM, perwakilan PMI Sulsel DR Dr Muji Iswanti SpKK Mkes SH MH serta jajaran Wakil Rektor UIM di sela-sela penyemprotan mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk preventif memutuskan rantai penularan Covid-19.

“Penyemprotan ini dilakukan mengingat humlah pasien terkonfimasi positif Covid-19 di Provinsi Sulsel, tercatat mengalami penambahan rata-rata 600 kasus baru setiap hari, dengan jumlah secara akumulasi sebanyak 32.187 kasus, dan Kota Makassar memberikan kontribusi terbanyak yakni 376 pasien baru. Ini sangat mengerikan,” ujarnya.

Sementara, menanggapi jumlah peningkatan kasus tersebut, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, dr Wachyudi Muchsin, mengungkapkan, hal tersebut merupakan akumulasi dari aktivitas dan mobilitas yang terjadi sepanjang akhir tahun ini.

“Akumulasi peningkatan (Covid-19), karena aktivitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini, seperti berlibur, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) Serentak Desember 2020 lalu, dan aktivitas berkumpul bersama teman dan keluarga yang tidak se rumah,” ungkapnya.

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top