search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dokter Koboi Tekankan Pentingnya Disiplin 3M Lawan Covid-19

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 15 Januari 2021 12:00
PEMATERI. Humas Lembaga Riset PB IDI, dr Wachyudi Muchsin SH, membawakan materi pada Fresh Tea (Friday ESHaring Session TElkomsel pamasuKA) Chapter #28 pada Jumat (15/1/2021) pagi. foto: doelbeckz/pluz.id
PEMATERI. Humas Lembaga Riset PB IDI, dr Wachyudi Muchsin SH, membawakan materi pada Fresh Tea (Friday ESHaring Session TElkomsel pamasuKA) Chapter #28 pada Jumat (15/1/2021) pagi. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Telkomsel Area Papua, Maluku Sulawesi dan Kalimantan (Pamasuka) memperlihatkan kepeduliannya dalam mendukung kebijakan pemerintah memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Yaitu memberikan bekal pemahaman tentang menerapkan hal-hal sederhana dalam mencegah penularan Covid-19 kepada seluruh karyawannya.

Kali ini melalui Fresh Tea (Friday ESHaring Session TElkomsel pamasuKA) Chapter #28 pada Jumat (15/1/2021) pagi.

Hadir membawakan materi pada kegiatan dengan tema ‘Covid-19 Meninggi Jangan Abaikan 3M’ adalah Humas Lembaga Riset PB IDI, dr Wachyudi Muchsin SH dengan Host Wahyudi Alimuddin.

Wachyudi Muchsin mengajak seluruh karyawan untuk menerapkan hal-hal sederhana dalam mencegah penularan Covid-19.

Hal itu ialah protokol kesehatan 3M. Yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Karena, dengan mencegah penularan, maka peningkatan kasus Covid-19 dapat ditekan. Dengan menurunnya jumlah kasus, maka tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit dapat diantisipasi.

“Sama halnya di tempat lain, saya senantiasa selalu menekankan pentingnya dan disiplin menerapkan protokol kesehatan 3 M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Dengan mematuhi 3 M itu, upaya yang paling efektif dan efisien bisa kita lakukan dalam menekan laju Covid-19,” tegasnya.

Dokter Koboi, sapaan akrab Wachyudi Muchsin, melalui Zoom Meeting, menyatakan, masyarakat pun dapat melindungi sahabat, serta keluarga hanya dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Mengapa hal-hal sederhana ini tidak anda jalankan? Pertanyaan ini wajib kita tanyakan kepada diri masing-masing, apakah protokol kesehatan memang lebih sulit dibandingkan dengan kehilangan orang yang kita kasihi untuk selama-lamanya. Saya rasa jawabannya pasti tidak,” jelasnya.

Apa yang disampaikan Dokter Yudi cukup beralasan, karena perkembangan kasus Covid-19 dalam satu pekan terakhir ini, cukup berat. Dicontohkan, di Provinsi Sulsel pasien tertular Covid-19 terus meningkat sejak awal tahun 2021. Dimana data tertular virus Covid-19 di Sulsel, yaitu 1 Januari 2021 sebanyak 550 kasus, 2 Januari 2021 berjumlah 590 kasus, 3 Januari 2021 dengan 595 kasus, 4 Januari 2021 510 kasus, 5 Januari 2021 639 kasus, 6 Januari 2021 463 kasus, 7 Januari 2021 366 kasus, 8 Januari 2021 588 kasus, 9 Januari 2021 580 kasus, 10 Januari 2021 585 kasus, 11 Januari 2021 616 kasus, 12 Januari 2021 637 kasus, 13 Januari 2021 648 kasus, dan 14 Januari 2021 sehanyak 640 kasus.

“Dengan terus meningkatnya angka Covid-19 berimbas negatif pada efektivitas penanganan Covid-19. Sebagai contoh, dengan meningkatnya keterisian rumah sakit akan menambah beban para petugas kesehatan,” ujarnya.

Dokter Yudi mengatakan, hal ini juga secara langsung berdampak negatif pada keseluruhan penanganan di rumah sakit tersebut. Apabila, angka ini terus meningkat dan menyebabkan rumah sakit penuh, maka sangat berpotensi menaikkan angka kematian akibat Covid-19.

“Sistem kesehatan kita akan lumpuh. Apabila sistem kesehatan kita lumpuh, hal ini tidak hanya merugikan penderita Covid-19 semata. Namun, juga masyarakat umum yang membutuhkan perawatan akibat penyakit lain selain Covid-19. Utamanya mereka yang membutuhkan pelayanan kesehatan yang esensial seperti penderita penyakit paru dan jantung,” terangnya.

Dan jika rumah sakit di Indonesia tidak dapat menangani hal itu, maka angka kematian di Indonesia bisa meningkat bukan semata-mata karena Covid-19, namun juga karena penyakit lain yang tak bisa ditangani akibat penuhnya rumah sakit.

“Saya ingin sekali lagi mengingatkan, kepada masyarakat dan pemerintah daerah, terutama yang masih meremehkan Covid-19. Jangan sampai kita menjadi abai, dan menganggap angka (Covid-19) yang disampaikan ini hanya sekedar angka. Ingatlah, bahwa angka-angka ini merepresentasikan nyawa,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top