search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

AC Milan Campione d’Inverno

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 24 Januari 2021 15:00
JUARA PARUH MUSIM. AC Milan keluar sebagai juara paruh musim. foto: twitter @ibra_official
JUARA PARUH MUSIM. AC Milan keluar sebagai juara paruh musim. foto: twitter @ibra_official

PLUZ.ID, JAKARTA – AC Milan keluar sebagai sebagai juara paruh musim atau biasa dikenal dengan istilah Campione d’inverno Liga Italia 2020/2021.

Milan menjamu Atalanta di San Siro dalam pekan ke-19 Liga Italia. Rossoneri menelan hasil pahit dengan kekalahan 0-3, yakni lewat gol-gol Atalanta yang dicetak Cristian Romero, Josip Ilicic, dan Duvan Zapata.

Meski kalah, Milan tetap di puncak klasemen dengan 43 poin. Tim besutan Stefano Pioli unggul dua angka dari Inter Milan di belakang yang hanya bermain imbang 0-0 melawan Udinese.

Milan pun dinyatakan sebagai juara paruh musim 2020/2021. 43 poin milik Milan sudah tidak bisa disamai Juventus dan Napoli, yang baru bermain 17 kali.

Sejak musim 1947/1948, Il Diavolo tercatat sudah 17 kali keluar sebagai juara paruh musim. 10 di antaranya berakhir dengan Scudetto di akhir musim, yakni pada 1954/55, 1956/57, 1958/59, 1967/68, 1978/79, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1995/96, dan 2010-11.

Pada periode yang sama, Juventus menjadi tim terbanyak juara paruh musim dengan 31 kali. Inter Milan merasakannya 17 kali dan AS Roma enam kali.

Striker Milan, Zlatan Ibrahimovic, menegaskan bahwa juara paruh musim tidak ada artinya. Perjalanan sulit Milan pun baru dimulai saat ini.

“Kami adalah juara musim dingin, tapi itu tidak berarti apa-apa bagi saya, selain saya kira kami telah melakukannya dengan baik sejauh ini. Bagian yang sulit dimulai sekarang,” kata Ibrahimovic kepada Sky Sport Italia.

Striker veteran ini, mengatakan status sebagai Campione d’Inverno tidak penting baginya. Dia juga menegaskan, bagian sulitnya dalam perjuangan Milan menuju tangga juara baru saja dimulai.

“Setelah 38 pertandingan di mana kami hanya kalah dua kali di Serie A, saya rasa itu tidak buruk,” katanya usai laga melawan Atalanta.

“Sayangnya, ketika Anda kehilangan banyak pemain dan beberapa pelapisnya kurang berpengalaman, hasilnya bisa ditebak. Namun, itu bukan alasan. Kami bekerja keras dan berkorban. Kami adalah juara paruh musim, tapi itu tak berarti apa-apa buat saya, kecuali mungkin itu menunjukkan bahwa kami bermain dengan baik sejauh ini. Bagian sulitnya dimulai sekarang,” tegas pemain 39 tahun asal Swedia ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top