search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Perda RPIP Jaminan kepada Pelaku Industri di Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Senin, 01 Februari 2021 09:00
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Rachmatika Dewi (kedua kiri), menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sulsel kepada salah satu Warung Kopi (Warkop) di Kota Makassar, Minggu (31/1/2021). foto: istimewa
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Rachmatika Dewi (kedua kiri), menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sulsel kepada salah satu Warung Kopi (Warkop) di Kota Makassar, Minggu (31/1/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Provinsi Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, melakukan sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Sulsel kepada salah satu Warung Kopi (Warkop) di Kota Makassar, Minggu (31/1/2021).

Cicu, sapaan akrab Andi Rachmatika Dewi, perda ini penting sebagai jaminan kepada pelaku industri bahwa Pemprov Sulsel ikut mengambil peran dalam mendukung pelaku industri untuk berinvestasi di Sulsel.

Cicu menambahkan, Sulsel memiliki beragam industri yang patut untuk dikembangkan. Seperti industri kopi dan sutra di Kabupaten Wajo dan Soppeng. Potensi itu dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah jika bisa dikelola dengan baik.

“Jadi bagaimana hasil industri di daerah itu bisa terdistribusi dengan baik. Seperti sutra dari Wajo dan Soppeng itu.masih bisa kita temui di Kota Makassar,” katanya.

Meski tidak semua kabupaten/kota di Sulsel merupakan daerah penghasil industri, namun setidaknya, kata dia, hasil industri itu bisa dirasakan dan dipasarkan di daerah lain. Dengan begitu, terjadi pergerakan ekonomi.

“Kalau hanya dipasarkan di situ-kan tidak berputar ekonomi. Tapi di Kota Makassar, pengguna sutra itu, sangat banyak peminatnya, bukan hanya untuk baju, tapi juga untuk masker dan tas,” tuturnya.

Pemprov Sulsel bahkan mengalokasikan anggaran yang cukup besar terhadap daerah penghasil industri. Tidak hanya itu, pemerintah juga memberikan ruang kepada pelaku industri dengan kemudahan investasi.

“Dalam artian kalau kita mau berinvestasi kita butuh bantuan modal, alat, dan jalur untuk hasil produksi kita bisa diekspor, itu semua bagian yang tak terpisahkan di perda ini,” paparnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top