search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

BPOM Makassar Ajak PKK Bermitra Edukasi UMKM

doelbeckz - Pluz.id Senin, 15 Februari 2021 13:00
SILATURAHMI. Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Lies F Nurdin (kiri) menerima kunjungan silaturahmi Kepala BPOM Makassar Hardaningsih di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/2/2021). foto: humas pemprov sulsel
SILATURAHMI. Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Lies F Nurdin (kiri) menerima kunjungan silaturahmi Kepala BPOM Makassar Hardaningsih di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/2/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Makassar Hardaningsih menemui Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel Lies F Nurdin di Baruga Lounge Kantor Gubernur Sulsel, Senin (15/2/2021). Kedatangan Hardaningsih tersebut, untuk mengajak PKK bermitra dalam mengedukasi pelaku Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Kami ingin mengajak PKK bekerja sama, khususnya dalam penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai izin BPOM,” katanya.

Hardaningsih menuturkan, PKK memiliki banyak UMKM binaan, yang tentunya membutuhkan izin BPOM. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang belum memahami mengenai prosedur ijin, hingga produk mana saja yang membutuhkan ijin BPOM.

“Olahan ikan, seperti otak-otak, misalnya. Itu tidak butuh izin BPOM. Cukup izin PIRT dari Dinas Kesehatan. Tetapi, jika otak-otak ini dikemas dalam model frozen food atau makanan beku, ini butuh izin BPOM,” jelasnya.

Selain dalam hal perijinan BPOM, Hardaningsih juga mengajak PKK bermitra dalam hal edukasi mengenai obat dan kosmetik.

“Ada banyak informasi berupa edukasi yang bisa kita kerjasamakan. Selain dalam hal produk olahan makanan, juga mengenai obat dan kosmetik,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Sulsel, Lies F Nurdin, memberikan apresiasi yang positif. Ia mengakui, UMKM binaan PKK banyak yang mengeluhkan terkait prosedur izin. Mereka belum mengetahui, mana produk yang harus mengantongi ijin BPOM, dan mana yang cukup izin PIRT dari Dinas Kesehatan.

“Persoalan ijin BPOM ini memang sangat penting. Karena produk-produk olahan makanan tidak akan bisa masuk retail, kalau tidak ada izin BPOM,” ujarnya.

Khusus untuk edukasi mengenai obat dan kosmetik bersama pengurus PKK, Lies berharap bisa dilakukan bersama BPOM dalam waktu dekat. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, sosialisasi edukasi bisa dilakukan secara virtual.

“Mengenai olahan makanan yang harus mengantongi izin BPOM, keamanan obat dan kosmetik itu penting diketahui pengurus PKK. Sosialisasinya bisa kita lakukan secara virtual dalam waktu dekat,” kata Lies. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top