search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Janji Bongkar Dugaan Korupsi Bansos Covid-19, Djusman AR: Danny Pomanto Komitmen Anti Korupsi

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 23 Februari 2021 02:00
Moh Ramdhan Pomanto (kanan)-Djusman AR. foto: istimewa
Moh Ramdhan Pomanto (kanan)-Djusman AR. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan korupsi Bantuan Sosial (Bansos) Covid-19 Kota Makassar masih terus berjalan. Polda Sulsel kini masih menunggu keputusan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menanggapi kasus ini, Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto, berjanji akan membongkar kasus dugaan mark up bantuan sosial yang ditengarai jadi lumbung korupsi.

Danny Pomanto mengaku, tidak akan membiarkan masyarakat melarat sementara para pejabat bebas berkeliaran.

“Saya pastikan akan bongkar kasus dugaan mark up bantuan sosial di Makassar, saya tidak akan diam melihat masyarakat menderita,” tegas Danny, Senin (22/2/2021).

Danny menyebutkan hal semacam itu adalah pelanggaran kemanusiaan. Saat ini, masyarakat sangat terpukul dengan adanya pandemi Covid-19.

“Jangan hanya memperkaya diri sementara rakyat menderita,” terangnya.

Selain itu, Danny mengatakan, juga mengincar birokrasi yang program kerjanya hanya memperkaya diri.

“Itu yang mau kita bersihkan, pejabat rusak dan yang merusak pemerintahan, sehingga kehilangan kepercayaan,” jelasnya.

Rencana ini pun, mendapatkan apresiasi dari penggiat anti korupsi, Djusman AR. Menurutnya, hal itu tidaklah mengherankan, sebab Danny Pomanto memang sangat perhatian terhadap anti korupsi.

“Sesungguhnya Pak Danny Pomanto ini juga tokoh aktivis anti korupsi yang ibarat kata kita titipkan di birokrasi. Makanya, jangan heran bila sejauh ini banyak kerja sama dengan lembaga-lembaga anti korupsi. Dapat dilihat saat menjabat periode pertamanya sebagai Wali Kota Makassar yang sangat intens menggelar kemitraan pencegahan dan pengawasan dengan lembaga anti korupsi, baik lokal, nasional hingga ASEAN,” jelas Djusman, Selasa (23/2/2021).

Djusman mengungkapkan, komitmen anti korupsi Danny bahkan dituangkan dalam visi misinya. Oleh karena itu, masyarakat harus paham bahwa sesuatu yang tertera dalam lembaran visi misi jelas akan menjadi dokumen negara kelak, dimana hal tersebut jelas terdata di KPU. Program dan visi misi itupun juga nantinya akan menjadi tagihan masyarakat, khususnya penggiat anti korupsi dan DPRD.

“Apa yang tercatat dalam visi misi adalah bukan hal yang main-main, bukan berupa retorika belaka untuk menebar kemanisan janji agar mendapat simpati pemilih demi meraih totalitas suara, tapi dapat dimaknai merupakan komitmen yang tinggi,” tegasnya.

Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini, menjelaskan, sesungguhnya yang dimaksud anti korupsi tidak berdiri tunggal alias bukan hanya yang datang membawa laporan ke lembaga penegak hukum, tapi bagaimana dalam kepemimpinannya senantiasa membuka partisipasi dan aksesitas publik selebar-lebarnya, mendorong ke ranah hukum yang menjadi temuan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Non-Governmental Organization (NGO).

“Termasuk tidak pernah mencoba merintangi dan atau menghalangi peran serta masyarakat, begitu pula terhadap proses hukum yang berjalan,” katanya.

“Pembuktiannya, dapat saya katakan tidak ada kasus yang terbongkar di zamannya manakala beliau tak berjiwa anti korupsi. Bahwa terkait komitmennya yang mengusik banyak oknum, wajar-wajar saja, namun yang pasti beliau (Danny Pomanto) juga menganut prinsip ‘Kalau Bersih Kenapa Risih’,” tambah Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi ini.

Djusman berharap, komitmen anti korupsi yang diusung Danny bisa menjadi contoh dan diikuti bupati/wali kota serta gubernur di Sulsel.

“Partisipasi kami, semata berupaya mendorong dan mengawal program pemerintahan bersih dan anti korupsi. Silahkan monitoring dan mengkritik kami bila nantinya tak berkesesuaian dengan misi atau terdapat kekeliruan dalam pengawalan program tersebut,” ujar mantan Advisor Bidang Pencegahan Korupsi Danny Pomanto saat menjabat Wali Kota Makassar lalu ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top