search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Tokoh Pemuda Soppeng Minta Polres Segera Tetapkan Tersangka

Kasus Dugaan Pemalsuan Suket Bebas Covid-19
doelbeckz - Pluz.id Minggu, 21 Maret 2021 23:00
Lutfi Baktiar. foto: doelbeckz/pluz.id
Lutfi Baktiar. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kasus dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) bebas Covid-19 yang diterbitkan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Watansoppeng dr Nirwana mendapatkan tanggapan dari tokoh pemuda Kabupaten Soppeng.

Salah satu tokoh pemuda Kabupaten Soppeng, Lutfi Baktiar, Minggu (21/3/2021), meminta kepada penyidik Polres Soppeng untuk segera memeriksa oknum yang diduga terlibat dalam dugaan pemalsuan suket bebas Covid-19 dan segera menaikkan ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan tersangka.

“Kami meminta penyidik untuk memeriksa semua yang diduga terlibat dan segera tetapkan tersangka, siapapun mereka wajib dimintai pertanggungjawaban hukum. Jangan ada perlakuan tebang pilih atau diskriminatif,” ujarnya.

Lutfi, yang biasa disapa Upi ini, mengaku, merindukan penegakan hukum yang tegas dan adil di daerah Latemmamala itu.

“Soppeng merindukan penegakan hukum yang tegas dan seadil-adilnya,” ujar tokoh muda Soppeng yang kini bermukim di Makassar.

Lutfi berharap tindakan penyelidikan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Semoga itu benar-benar berkesesuaian dengan ketentuan penegakan hukum,” harapnya.

Oleh karena itu, dirinya mendukung penegakan hukum yang dilakukan Polres Soppeng.

“Sebagai pemuda Soppeng, mendukung sepenuhnya penegakkan hukum di Polres Soppeng,” jelasnya.

Polres Soppeng sendiri tengah mendalami kasus dugaan pemalsuan suket bebas Covid-19 yang belakangan ini, menjadi viral di media sosial. Penyelidikan kasus ini berdasarkan adanya laporan dari masyarakat.

“Berdasarkan laporan dari warga, kita tengah mendalami kasus ini dan telah melakukan penyelidikan,” kata AKBP Moh Roni Mustafa, Kapolres Soppeng.

“Dari pihak Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) juga sudah dimintai keterangannya,” tambah AKBP Moh Rony Mustafa.

Terkait bocornya video percakapan dua dokter yang lagi viral di medsos, Kapolres mengaku, baru mengetahui setelah mendapat laporan dari bawahannya.

“Iya, saya juga baru tahu itu setelah disampaikan ke saya,” ucapnya.

Atas kasus ini, Kapolres menegaskan, akan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Di mata hukum, kata Kapolres, semua warga masyarakat itu, sama, tidak ada yang kebal hukum jika itu terbukti bersalah.

“Namun, kita juga harus mengedepankan praduga tak bersalah,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top