search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Kapolri: Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katedral Makassar Berinisial L

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 28 Maret 2021 23:00
BERI KETERANGAN. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan resmi kepada media usai meninjau tempat kejadian perkara di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) malam. foto: pluz.id
BERI KETERANGAN. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan keterangan resmi kepada media usai meninjau tempat kejadian perkara di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) malam. foto: pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terbang langsung ke Makassar pasca bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, sekitar pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021).

Usai meninjau lokasi kejadian bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Minggu (28/3/2021) malam, Kapolri memberikan keterangan resmi ke media.

Menurutnya, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021) pagi, menggunakan bom panci.

“Ledakan yang tadi menggunakan bom jenis panci,” kata Listyo Sigit.

Kedua pelaku berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu, kata dia, merupakan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Kami sudah dapatkan laporan terkait identitas pelaku, inisial L. Yang bersangkutan merupakan kelompok dari beberapa pelaku yang beberapa waktu lalu kita telah amankan (JAD),” beber Listyo Sigit.

Sebelumnya, sebanyak 20 pengikut dari JAD itu telah diamankan Densus 88 di beberapa lokasi di Sulsel, Januari 2021 lalu.

“Jadi ini adalah bagian dari kelompok beberapa waktu lalu yang kita amankan, kurang lebih 20 orang dari kelompok JAD,” sambungnya.

Kelompok JAD itu, lanjut Listyo Sigit, pernah melakukan kegiatan aksi teror di Dolo, Filipina.

“Kelompok ini tergabung atau terkait dengan kelompok yang pernah melaksanakan kegiatan operasi di Dolo Filipina 2018 lalu,” terangnya.

Meski dua terduga pelaku itu, telah tewas dengan kondisi tubuh yang berserakan di halaman gereja, Polisi langsung mengamankan empat orang yang diduga punya kaitan dengan dua terduga pelaku yang tewas itu.

“Inisial pelaku sudah kami amankan dan sementara mencari kelompok lain. Hari ini kita sudah mengamankan empat orang. Tentu kan kita amankan berkaitan dengan kelompok teror,” jelasnya.

Sayangnya, empat orang yang diduga punya hubungan dengan dua terduga pelaku yang tewas tadi, masih dalam proses pemeriksaan polisi dan akan terus didalami Densus 88 Antiteror.

“Diharapkan masyarakat untuk tenang dan jangan panik. Karena ini Kepolisian dan TNI sedang telusuri dan sudah perintahkan Densus 88,” jelas Listyo Sigit.

Sebelumnya, telah terjadi aksi bom bunuh diri di pintu gerbang Gereja Katedral Makassar, sekitar pukul 10.35 WITA, Minggu (28/3/2021).

Dua pelaku diduga berboncengan menggunakan kendaraan roda dua.

Saat itu baru saja selesai pelaksanaan ibadah misa palma rangkaian paskah di gereja yang terletak di Jl Kajaolalido, Kota Makassar.

Berdasarkan data Polda Sulsel, akibat aksi bom bunuh diri ini, dua orang meninggal dunia yang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri dan korban luka sudah mencapai 20 orang, semuanya tengah di rawat di RS Bhayangkara Makassar, RS Stella Maris, RS Siloam, RS Akademis Jaury, dan RS Pelamonia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top