search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemberian ASI Eksklusif Diatur dalam Perda Makassar

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 28 Maret 2021 22:00
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, menggelar sosialisasi Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian ASI Eksklusif di Hotel Travelers Phinisi Makassar, Minggu (28/3/2021). foto: istimewa
SOSIALISASI PERDA. Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, menggelar sosialisasi Perda nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian ASI Eksklusif di Hotel Travelers Phinisi Makassar, Minggu (28/3/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Makassar nomor 3 tahun 2016 tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Hotel Travelers Phinisi Makassar, Minggu (28/3/2021).

Hasanuddin Leo mengatakan, kegiatan sosialisasi perda ini, hal yang wajib dilakukan DPRD dan disampaikan ke masyarakat, termasuk Perda tentang Pemberian ASI Eksklusif. Bahwa, ada regulasi yang mengatur terkait pemenuhan hak-hak bayi dan perempuan.

“Sosialisasi ini penting agar tidak memberikan susu selain ASI. Ini wajib hingga dua tahun, ketika pemberian ASI dilakukan akan melahirkan generasi berkualitas,” ungkap Hasanuddin Leo.

Selain itu, Leo, sapaan akrab Hasanuddin Leo, menjelaskan, pemberian ASI bisa mendekatkan dan merekatkan hubungan antara orang tua dan anak. Sehingga, peran pemerintah mendukung dengan menghadirkan fasilitas pemberian ASI di perkantoran.

“Adanya perda ini mewajibkan setiap kantor menghadirkan satu ruangan khusus pemberian ASI. Apalagi, kantor yang sering dikunjungi masyarakat,” bebernya.

Terpisah, Narasumber Kegiatan, Indira Mulyasari Paramastuti, mengatakan, ASI sangat penting untuk bayi. Kandungan di dalamnya membantu kembang tumbuh otak dan imun bagi bayi.

“Pemberian ASI itu wajib selama enam bulan dan sampai dua tahun. Jadi, sabar-sabar saja orang tuan memberikan makanan selain ASI di enam bulan pertama,” ujar Indira.

Secara natural, kata dia, setiap perempuan yang melahirkan dikaruniai ASI. Hanya saja, beberapa kasus ASI jarang keluar lantaran tidak ada stimulus.

“Prinsip ASI, tidak keluar ketika tidak dirangsang dan semakin sering diisap semakin berproduksi,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top