search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Bupati Soppeng Copot dr Nirwana Sebagai Direktur RSUD Latemmamala

doelbeckz - Pluz.id Senin, 29 Maret 2021 15:00
Andi Kaswadi Razak. foto: istimewa
Andi Kaswadi Razak. foto: istimewa

PLUZ.ID, SOPPENG – Bupati Soppeng Andi Kaswadi Razak mencopot dr Nirwana dari jabatannya sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala Soppeng.

Pencopotan tersebut berdasar hasil pemeriksaan Inspektorat dan desakan masyarakat yang geram usai mendengar adanya dugaan pemalsuan Surat Keterangan (Suket) Covid-19 yang dikeluarkan RSUD Latemmamala Soppeng.

Informasi ini diperoleh dari sumber terpercaya, yang diterima redaksi, Senin (29/3/2021).

Selain dr Nirwana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng juga memberhentikan dan memutasi sejumlah oknum yang berkaitan dalam dugaan suket palsu Covid-19 itu, diantaranya, dr H Mustaqim, Musdianzah Sukarno, dan Sri Idawati.

Kini Dokter Nirwana diparkir di Puskesmas Baringeng.

Sementara itu, dr Mustaqim yang dari awalnya menjabat sebagai Kepala Instalasi Laborarorium RSUD Latemmamala dan Penanggung Jawab Laboratorium Covid-19, kini dimutasi ke Puskesmas Sewo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng.

Juga, Musdianzah Sukarno petugas Labkesda dipindahkan ke Puskesmas Tajuncu dan Sri Idawati digeser ke Puskesmas Paconkang.

Kini Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang, diangkat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Latemmamala.

Diketahui, Surat Keputusan (SK) tersebut, telah ditandatangani Bupati Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak.

Menanggapi hal ini, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, mengapresiasi keputusan Pemkab Soppeng yang telah menindaklanjuti dugaan pemalsuan suket Covid-19 tersebut.

“Keputusan tersebut sudah tepat dan tentunya kita dan publik patut mengapreseasinya. Dengan keputusan tersebut juga sudah menjawab asumsi publik terkait ketegasan bupati dan wakilnya. Aplaus deh buat pemimpin Soppeng,” katanya.

“Kepada yang telah diberhentikan tentunya dapat lebih fokus menjalani proses hukum dengan baik mengingat kasus suket palsu ini sedang berproses di Polres Soppeng,” tambah Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Djusman mengajak masyarakat untuk mengawal kasus tersebut dan mendukung penegakkan hukum yang sementara ditangani aparat Kepolisian.

“Harapan saya sebagai putra Soppeng, mari kita bersama-sama mengapresiasi keputusan tersebut dan mensupport penegakan hukum yang dilakukan penyidik Polres Soppeng. Sebagai warga negara yang baik sepatutnya kepada siapapun yang dipanggil terperiksa dapat bersikap koperatif,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top