search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

IMMIM Buat Pernyataan Sikap Atas Pengeboman di Gereja Katedral Makassar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 29 Maret 2021 16:00
BERI KETERANGAN. Ketua Umum DPP IMMIM, Prof Dr H Ahmad M Sewang, memberikan keterangan pernyataan sikap atas aksi pengeboman di Gereja Katedral Makassar di Gedung Islamic Center IMMIM, Jl Jendral Sudirman, Kota Makassar, Senin (29/3/2021). foto: istimewa
BERI KETERANGAN. Ketua Umum DPP IMMIM, Prof Dr H Ahmad M Sewang, memberikan keterangan pernyataan sikap atas aksi pengeboman di Gereja Katedral Makassar di Gedung Islamic Center IMMIM, Jl Jendral Sudirman, Kota Makassar, Senin (29/3/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Mubalig Indonesia Muttahidah (IMMIM) menilai peristiwa pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar mencederai kerukunan beragama di Sulsel.

Hal tersebut disampaikan langsung Ketua Umum DPP IMMIM, Prof Dr H Ahmad M Sewang di Gedung Islamic Center IMMIM, Jl Jendral Sudirman, Kota Makassar, Senin (29/3/2021).

Dalam rapat tersebut, hadir pula
Ketua I sekaligus Ketua YASDIC IMMIM Ir M Ridwan Abdullah, Sekretaris Umum Dr M Ishaq Shamad, dan sejumlah pengurus DPP IMMIM.

“Yang terjadi ini mencederai upaya-upaya membina dan penumbuhkembangan kehidupan rukun dan damai yang telah dibangun dan dipertahankan dengan baik seluruh komponen masyarakat di Sulsel selama ini,” tegas Prof Ahmad.

Atas dasar perbuatan yang dinilai menciderai kehidupan beragama tersebut, DPP IMMIM membuat pernyataan sikap.

Pertama, DPP IMMIM menyatakan duka cita yang mendalam atas jatuhnya korban, akibat tragedi bom yang terjadi pada Ahad, 14 Sya’ban 1442 H/28 Maret 2021 M, di depan Gereja Ketedral Makassar.

Kedua, tindakan tersebut tidak bisa ditolerir, karena sangat tidak manusiawi dan tidak ada satu ajaran agama apapun yang membenarkan peledakan bom seperti itu.

Ketiga, DPP IMMIM mengutuk dengan keras dan menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut dan meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut tuntas dan menemukan dalang dan siapapun yang terlibat pada peristiwa tersebut, serta menghukum mereka dengan hukuman maksimal berdasarkan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Keempat, DPP IMMIM meminta kepada seluruh masyarakat Sulsel, khususnya masyarakat yang berdiam di Kota Makassar agar tetap tenang, tidak menambah keruh suasana dengan menerima dan atau menyebarkan isu-isu yang tidak diketahui asal usul dan kebenarannya. Sebaliknya mempercayakan penanganan perisitiwa tersebut kepada aparat negara yang berwenang.

Kelima, DPP IMMIM meminta kepada seluruh mubalig IMMIM agar dalam berdakwah mengedepankan ajaran yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan, sikap saling menghargai perbedaan dan memelihara kerukunan serta merawat keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sudah tiba saatnya mengubah ‘citra agama’ dari kekerasan yang berlumuran darah menjadi citra kedamaian, kasih sayang, toleransi dan Rahmatan Lil Alamin.

“Demikian pernyataan sikap kami ini sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai sesuai dengan ajaran Islam,” ujar Prof Ahmad. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top