search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Indira Sebut Hasrul Kaharuddin Terpilih Ketua KNPI Makassar Sesuai Mekanisme

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 15 April 2021 16:00
BERI KETERANGAN. Pimpinan sidang Musda XV KNPI Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti (kedua kanan), memberikan keterangan terkait hasil Musda XV KNPI Makassar di Roemah Kopi Makassar, Rabu (14/4/2021) malam. Turut hadir Ketua KNPI Makassar terpilih Hasrul Kaharuddin (kiri). foto: istimewa
BERI KETERANGAN. Pimpinan sidang Musda XV KNPI Kota Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti (kedua kanan), memberikan keterangan terkait hasil Musda XV KNPI Makassar di Roemah Kopi Makassar, Rabu (14/4/2021) malam. Turut hadir Ketua KNPI Makassar terpilih Hasrul Kaharuddin (kiri). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kisruh kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar nampaknya akan terus berlangsung.

Terutama pasca kericuhan yang terjadi saat berlangsungnya Musyawarah Daerah (Musda) XV KNPI Makassar di Hotel Grand Asia Makassar, Minggu (11/4/2021) lalu.

Kali ini, pimpinan sidang Musda XV KNPI Makassar, Indira Mulyasari Paramastuti, beberkan fakta berbeda terkait proses pemilihan ketua di Grand Asia, 11-12 April 2021.

Sebelumnya, puluhan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) yang berhimpun di KNPI menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap hasil pelaksanaan Musda XV KNPI Kota Makassar.

Bahkan, OKP tersebut mendesak DPD I KNPI Provinsi Sulsel melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Makassar mengambil alih dan kembali melanjutkan Musda XV KNPI Makassar yang tertunda akibat kericuhan di Hotel Grand Asia Makassar, beberapa waktu lalu.

Indira Mulyasari Paramastuti menjelaskan, semua proses pemilihan sudah sesuai mekanisme. Dimana, proses tersebut sudah memenuhi syarat, dengan bukti memenuhi kuorum yang dihadiri seluruh OKP dan Dewan Pimpinan Kecamatan (DKP) KNPI se-Kota Makassar.

“Posisi peserta kuorum yang dibuktikan dengan absensi tertulis. Jadi kami sudah ada absen tertulis,” beber Indira, Rabu (14/4/2021) malam.

Terkait mosi tidak percaya, kata Indira, sapaan akrab Indira Mulyasari Paramastuti, dirinya memiliki legalitas sebagai pimpinan sidang musda berdasarkan surat mandat dari KNPI Sulsel. Untuk agenda sidang, pihaknya memegang dokumen dengan tandatangan anggota seluruh agenda pleno.

“Saya ingin beberkan fakta dalam proses persidangan, karena banyak sekali opini yang tergiring oleh pihak tertentu yang menganggap musda ini cacat hukum” ungkapnya.

Indira mengatakan, kericuhan yang terjadi di saat proses pleno telah dilaporkan ke Kepolisian, sehingga menjadi kewenangan aparat. Begitupun, hal itu telah diselesaikan di internal panitia Musda XV KNPI Makassar.

“Sidang dilanjutkan, karena masalah berhasil diatasi kemudian peserta kuorum dibuktikan absen tertulis. Saat pemilihan, dilakukan voting perwakilan OKP dan DPK,” ujarnya.

Adapun salah satu Wakil Ketua DPD I KNPI Sulsel, Ampi Amrullah, juga Koordinator Wilayah (Korwil) Kota Makassar, Ampi Amirullah, yang menginginkan Musda XV KNPI Makassar ditunda, Indira juga memberikan jawaban. Ia menegaskan, seorang Ampi tidak memiliki kewenangan untuk menunda pelaksanaan Musda XV KNPI Makassar.

“Seorang Korwil tidak mengikuti sejak pleno pertama hingga kedelapan. Pukul 02.05 WITA, saudara Ampi datang ke ruang musda naik di podium dan meminta musda diundur,” katanya.

“Tidak ada kewenangan dari seorang Korwil dari perwakilan DPD I untuk menunda sidang di musda, termasuk saya sebagai pimpinan sidang jika kuorum,” tegas mantan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini.

Indira mengungkapkan, saat pleno kedelapan dengan agenda penetapan calon ketua. Salah satu calon, Mustaqim Zulkifli didiskualifikasi lantaran tak berada dalam ruangan sidang. Padahal, pimpinan sidang menunda dan melakukan komunikasi melalui telefon seluler.

“Atas permintaan forum, saudara Mustaqim Zulkifli didiskualifikasi. Jadi, terakhir, pleno penetapan calon ketua kita lakukan absensi. Kemudian, Hasrul Kaharuddin terpilih secara aklamasi dan itu sesuai absen dan kuorum,” tegasnya.

Diketahui, Arul, sapaan Hasrul Kaharuddin, terpilih secara aklamasi setelah tiga calon lainnya mengundurkan diri. Dimana, Donald Duo Cipta Napang dan Andy Kahar Budianto menyatakan mundur. Adapun Mustaqim Zulkifli hingga waktu ditentukan pada forum pleno pemilihan ketua tidak juga hadir, sehingga dinyatakan diskualifikasi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top