search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Giliran Plt Gubernur Sulsel Sidak Mal Panakkukang

doelbeckz - Pluz.id Senin, 03 Mei 2021 18:00
SIDAK. Plt.Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan Inspektur Kodam (Irdam) XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Purbo Prastowo melakukan sidak di Mal Panakkukang, Makassar, Senin (3/5/2021). foto: humas pemprov sulsel
SIDAK. Plt.Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan Inspektur Kodam (Irdam) XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Purbo Prastowo melakukan sidak di Mal Panakkukang, Makassar, Senin (3/5/2021). foto: humas pemprov sulsel

Bersama Kapolda Sulsel dan Irdam XIV Hasanuddin

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan Inspektur Kodam (Irdam) XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Purbo Prastowo melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di beberapa pusat perbelanjaan, di Kota Makassar, salah satunya Mal Panakkukang, Senin (3/5/2021).

Di lokasi pertama di Pasar Butung, Andi Sudirman menyusuri beberapa kios. Ia tampak menemukan beberapa pengunjung yang tidak mengenakan masker. Dirinya pun lantas membagikan masker serta memberikan imbauan.

“Jaga jarak ta’. Gunakan selalu maskernya. Seluruh penjual, harus mengikuti protokol kesehatan, jangan ada pengunjung yang menumpuk di dalam, harus menjaga jarak dan mengantri,” imbaunya menggunakan toa, sembari menyusuri kios-kios di Pasar Butung.

“Para pemilik kios, bahwa perlu kita sampaikan kemarin, pasar ini terlalu padat dan viral. Kami khawatir dan was-was, apalagi Covid-19 masih ada,” ujarnya melalui pusat sumber suara di Pasar Butung.

Ia pun meminta masyarakat pengunjung dan pembeli tetap menahan diri. “Jika konternya luas 3×4, maka 2-3 orang saja yang masuk pembeli. Jika penjual perhiasan atau pernak-pernik, pembeli di depan harus tetap menjaga jaraknya, mengantri. Jangan numpuk-numpuk jadi sesak,” pintanya.

Andi Sudirman menyarankan pihak pengelola membatasi pengunjung sekitar 500 orang saja. Sehingga, lebih mudah dikontrol dalam protokol kesehatan.

“Saya minta tolong supaya tempat ini tidak ditutup, kami minta kerja sama dari pihak pengelola dan penjual, karena konsekuensinya ini pengelola dan penjual. Pihak sekuriti, harus membatasi pengunjung, (melebihi kapasitas) ada yang keluar baru boleh ada yang masuk lagi. Kita tegaskan, jadi tiga (pengunjung) keluar, tiga orang boleh masuk lagi,” jelasnya.

“Insya Allah, kita sama-sama berkolaborasi bagaimana ekonomi tetap jalan. Kami pertegas tidak ada toleransi, kami meminta pengelola untuk tidak melayani (pengunjung) yang tidak menggunakan masker, yang tidak menjaga jarak, serta selalu menyediakan hand sanitizer dan menjaga kondisi jumlah pengunjung,” pintanya.

Ia juga menginstruksikan pihak Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk pengalihan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

Usai kunjungan di Pasar Butung, Andi Sudirman kembali berkunjung di Mal Panakkukang. Di sana tampak Andi Sudirman melihat kondisi yang sudah mulai membatasi pengunjung. Ia pun berharap agar kondisi ini bisa tetap dipertahankan, sehingga mencegah penyebaran virus corona.

“Pertahankan kondisi ini. Jika ada yang keluar, baru bisa masuk. Mau buka (mall/pasar) silahkan, yang penting kondisi membatasi pengunjung tetap dipertahankan, dan sekuriti di depan menjaga dengan ketat,” tegasnya.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama mematuhi protokol kesehatan yang ada, karena ini untuk kepentingan kita bersama. “Jangan dianggap sepele,” pesannya.

Sementara, Pengelola Pasar Butung, Baharuddin, mengatakan, pihaknya akan mengingat imbauan Plt Gubernur Sulsel. Khususnya dalam membatasi kunjungan dari masyarakat.

Hal yang sama disampaikan pengelola Mal Panakkukang, Joni. Ia mengatakan, pihaknya akan membatasi masyarakat yang masuk dengan maksimal 3.300 orang.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, juga melakukan sidak di Mal Panakkukang Makassar, Minggu (2/5/2021).

Penyidakan dilakukan, karena melihat membludaknya masyarakat yang berbelanja di mal ini, tanpa taat Protokol Kesehatan (Prokes). Padahal, pada Kamis (29/4/2021) lalu, Danny Pomanto telah melayangkan surat edaran agar tetap beraktivitas, namun tetap menerapkan protokol kesehatan.

Danny mengatakan pihaknya tidak melarang aktivitas ekonomi dilakukan di Makassar, namun virus Covid-19 tetap harus diwaspadai.

Karenanya, Danny meminta pengelola mal untuk menerapkan sistem protokol pintu masuk. Artinya, jika sudah melebihi kapasitas mal, maka pintu harus ditutup.

Jika sudah ada yang pengunjung yang sudah keluar boleh dimasukkan pengunjung yang lain sesuai jumlah pengunjung yang keluar.

Danny pun menghitungkan pengelola berapa jumlah yang memadai di Mal Panakkukang. Jumlah tenan sebanyak 670 unit dan yang dibolehkan satu tenan minimal lima orang pengunjung.

“Jadi total pengunjung seharusnya sebanyak 3.350 orang saja. Setelah ini pintu mal ditutup sementara. Ada lagi yang keluar misalnya sepuluh orang yang keluar, nah baru boleh dimasukkan lagi sepuluh orang yang lain. Begini sistem kerja protokol pintu masuk,” jelasnya.

Danny menekankan jika peraturan ini diabai pengelola mal, maka penutupan mal akan dilakukan Satgas Raika yang bekerja sama dengan TNI dan Polri.

Jalan tempuh terakhir jika masih tidak menerapkan protokol kesehatan, maka izin mal akan dicabut.

“Kami tak mau kejadian di India terjadi di Makassar. Saya tidak larang berjualan, tapi tolong saling jaga kita biar Makassar bisa segera memutus rantai Covid-19,” serunya sambil berjalan di setiap tenan Mal Panakkukang memberikan pengumuman menggunakan pengeras suara. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top