search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Hadiri HUT IGTKI Ke-71, Indira Sampaikan Mimpi Tentang Dunia Pendidikan

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 22 Mei 2021 22:00
Indira Jusuf Ismail. foto: humas pemkot makassar
Indira Jusuf Ismail. foto: humas pemkot makassar

PLUZ.ID, MAKASSAR – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Makassar Indira Jusuf Ismail mewakili Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) ke-71, yang dirangkaikan dengan halalbihalal dan seminar sehari di Hotel Condotel Makassar, Sabtu (22/5/2021).

Dalam sambutannya, Indira memberikan motivasi kepada para guru untuk tetap semangat dan ikhlas berbagi ilmu bagi anak usia dini.

“Tugas kalian sangat mulia, meski begitu banyak persoalan yang dihadapi apalagi di tengah pandemi, jangan membuat kita patah hati, tetap semangat dan ikhlas,” ujarnya.

Selain itu, Indira pun menyampaikan mimpinya, khususnya tentang pendidikan, yakni sekolah standar untuk PAUD.

“Kita telah mendiskusikan dengan pihak swasta, bank, dan dinas pendidikan, untuk mendesign standar sekolah untuk sekolah anak usia dini,” katanya.

Menyadari akan pentingnya dunia pendidikan khususnya di usia dini, Indira pun menekankan pentingnya peran oranng tua dalam memberikan pendidikan awal bagi anak-anak.

“Pendidikan anak yang pertama ada di rumah, lalu kita titipkan ke sekolah. Komunikasia antar orang tua dan guru harus terjali, jangan menggantungkan hanya kepada guru,” lanjutnya.

Masa pandemi, menjadi tantangan yang cukup berat bagi para guru untuk berkreasi, sehingga anak-anak tetap mendapatkan pelajaran melalui daring.

“Anak-anak mudah bosan, jika penyajian materi tidak kreatif, sehingga dibutuhkan kreatifitas lebih dari guru dimasa pandemi,” tuturnya.

Sementara, Ketua PGRI Kota Makassar, Suwarman, dalam kesempatan yang sama menyampaikan beberapa kendala yang masih dihadapi guru khususnya PAUD dan TK.

“Salah satu kendala, yakni tidak adanya pengangkatan ASN (Aparatur Sipil Negara) untuk guru PAUD, sejak 2008 lalu, sehingga sebagian besar guru-guru PAUD adalah sukarelawan, hal ini patut mendapatkan perhatian serius demi peningkatan mutu SDM (Sumber Daya Manusia),” ujarnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top