search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Polda Sulsel Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek RS Batua, Ini Respon Djusman AR

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 29 Mei 2021 23:00
Djusman AR. foto: istimewa
Djusman AR. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Polda Sulsel segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua, Kota Makassar.

Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri, mengatakan, pada Juni mendatang, pihaknya akan mengumumkan hasil audit dan disampaikan langsung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI).

“Insya Allah, bulan depan hasil audit akan disampaikan BPK RI,” katanya, Sabtu (29/5/2021).

Dalam pengumuman hasil audit tersebut, pihaknya juga sekaligus akan menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi RS Tipe C yang berlokasi di Jl Abdullah Dg Sirua, Kecamatan Manggala, Kota Makassar ini. “Insya Allah,” ungkapnya.

Sebelumnya, Penyidik Subdit Tipikor Dirkrimsus Polda Sulsel menunggu hasil audit BPK RI.

Kasus Rumah Sakit Batua juga sempat melibatkan BPK dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), awal Desember 2020 dan akhir Januari 2021 lalu.

Proyek itu menelan anggaran senilai Rp25,5 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Proyek itu dikerjakan PT Sultana Nugraha. Sementara, pengelola pagu anggaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar.

Sementara, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) NGO Sulawesi, Djusman AR, menuturkan, kasus tersebut sudah sepantasnya segera disampaikan ke publik.

“Terkait kasus itu memang sudah sepantasnya diberi kejelasan tindak lanjut mengingat sudah menjadi sorotan publik,” katanya.

“Tentu kita tidak inginkan publik berprasangka buruk atas lambannya penetapan tersangka meskipun sebenarnya terkendala pada alasan hasil audit yang lambat keluar,” tambah Djusman yang juga Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar.

Djusman berharap, seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk tetap konsisten dan bekerja sama dalam menangani kasus, khususnya pemberantasan korupsi.

“Diharapkan kedepannya penyidik dan BPK lebih baik bersinerginya dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Janganlah ada kesan saling lempar tanggung jawab, namun dibalik kelambanan tersebut tetaplah kita support penyidik Polda dan BPK,” harap Djusman.

Maka dari itu, ia meminta kepada APH untuk segera menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Rumah Sakit Batua, tanpa pandang bulu.

“Tetapkanlah tersangka, karena memang sudah dinaikkan ketahap penyidikan, siapapun mereka. Hukum harus ditegakkan setegas-tegasnya dan seadil-adilnya. Jangan ada perlakuan diskriminatif atau tebang pilih,” tegasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top