search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Briket Arang Batok Kelapa Bisa Jadi Andalan Ekspor Sulsel

doelbeckz - Pluz.id Senin, 31 Mei 2021 19:00
LAUNCHING EKSPOR. Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki disaksikan Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani melakukan launching ekspor secara simbolis, Senin (31/5/2021). foto: humas pemprov sulsel
LAUNCHING EKSPOR. Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki disaksikan Sekda Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani melakukan launching ekspor secara simbolis, Senin (31/5/2021). foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengikuti acara ‘Launching Ekspor Briket ke Yordania dan Saudi Arabia, Penyerahan Sertifikat Halal MUI kepada UMKM, serta Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara CV Coconut Indonesia dengan Bank Mandiri.

Kegiatan ini juga dihadiri Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki, Senin (31/5/2021).

Abdul Hayat Gani menyampaikan, di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia, kita bersyukur bisa membuka pangsa pasar ke beberapa negara sebagai pemasok komoditas pertanian. Salah satunya adalah kelapa dan turunannya.

“Izinkan saya mengucapkan terima kasih dan selamat kepada kita semua yang turut hadir pada kesempatan ini. Kehadiran bersama, merupakan wujud komitmen yang kuat dan kecintaan kita bersama memajukan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian melalui kegiatan ekspor, fasilitasi sertifikat halal, dan akses pembiayaan,” katanya.

Abdul Hayat menjelaskan, melihat besarnya potensi nilai devisa dan luasnya pasar ekspor, briket arang batok kelapa dapat dijadikan sebagai komoditas ekspor andalan khususnya di Sulsel. Produksinya pun cukup melimpah yang tersebar di 22 kabupaten di Sulsel, terutama di tiga sentra utama, yakni Selayar, Bone, dan Pinrang.

Selain itu, jumlah UMKM di Sulsel didominasi sektor perdagangan. Sementara untuk sektor produksi sebanyak 108.785 unit khusus untuk UMKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman, yang jika dipresentasikan 65 persen dan itu masih kurang yang memenuhi standar sertifikat halal.

“Kami sangat mengapresiasi program Kementerian Koperasi dan UKM RI yang memberikan fasilitas kepada 3 juta UMKM di seluruh Indonesia untuk mendapatkan sertifikat halal dengan gratis,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal itu, lanjut Abdul Hayat, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sulsel telah memberikan fasilitas gratis sertifikat halal MUI yang sebelumnya telah melalui seleksi.

“Dengan mendapatkan sertifikat halal MUI ini, diharapkan kepada para pelaku UMKM ini bisa semakin percaya diri dan bisa lebih bersemangat untuk berinovasi dalam pemasaran produk-produknya, sehingga mereka (pelaku UMKM) tidak hanya memasarkan produknya ke level lokal akan tetapi yang lebih tinggi ke ekspor,” harapnya.

Hadir dalam acara ini, Presiden Direktur CV Coconut Internasional Indonesia Asriyhani, Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki, Presiden Direktur Bank Mandiri. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top