search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Andi Sudirman Sulaiman Diperiksa KPK Terkait Kasus Nurdin Abdullah

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 02 Juni 2021 17:00
Andi Sudirman Sulaiman. foto: humas pemprov sulsel
Andi Sudirman Sulaiman. foto: humas pemprov sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah.

Hari ini, Rabu (2/6/2021), KPK memeriksa empat saksi, salah satunya Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.

Andi Sudirman Sulaiman dipanggil sebagai saksi bersama tiga orang lainnya, yakni yakni M Fathul Fauzy Nurdin (wiraswasta), Meikewati Bunadi (ibu rumah tangga), dan Yusuf Tyos (wiraswasta).

“Hari ini dijadwalkan pemeriksaan saksi tersangka Nurdin Abdullah dalam dugaan perkara suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021,” kata Ali Fikri, Juru Bicara KPK.

Fikri menjelaskan, ada empat orang saksi yang dijadwalkan akan menjalani pemeriksaan hari ini, yakni M Fathul Fauzy Nurdin (wiraswasta), Meikewati Bunadi (ibu rumah tangga), Yusuf Tyos (wiraswasta), dan Andi Sudirman Sulaiman (Plt Gubernur Sulsel).

“Pemeriksaan dilakukan di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jl Kuningan Persada, Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan,” jelas Fikri.

Nurdin Abdullah. foto: istimewa

Sebelumnya, KPK memperpanjang masa penahanan Nurdin Abdullah. Ia merupakan tersangka dalam kasus suap proyek pengadaan barang dan jasa, perizinan, dan pembangunan infrastruktur tahun anggaran 2020-2021.

Selain Nurdin, penyidik juga memperpanjang masa penahanan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Sulsel, Edy Rahmat.

“Masing-masing selama 30 hari berdasarkan penahanan kedua dari Ketua Pengadilan Negeri Makassar, terhitung sejak 28 Mei hingga 26 Juni 2021,” ujar Ali Fikri, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, melalui keterangan tertulis, Rabu, 26 Mei 2021 lalu.

Ali menjelaskan, Nurdin ditahan di Rumah Tahanan KPK Cabang Pomdan Jaya Guntur. Sedangkan Edy, ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

Agung Sucipto. foto: istimewa

Adapun perpanjangan penahanan itu dilakukan agar penyidik bisa lebih memaksimalkan pengumpulan alata bukti.

“Diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi,” kata Ali.

Dalam kasus ini, Nurdin diduga menerima suap sebesar Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung Sucipto (kontraktor/pengusaha).

Selain itu, Nurdin juga diduga menerima uang dari kontraktor lain. Diantaranya pada akhir 2020 Nurdin menerima uang sebesar Rp200 juta, pertengahan Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Samsul Bahri menerima uang Rp1 miliar, dan awal Februari 2021 Nurdin melalui Samsul Bahri menerima uang Rp2,2 miliar.

Atas perbuatannya, Nurdin Abdullah dan Edy sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara, Agung Sucipto, kini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri Kelas IA Khusus Makassar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top