search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Musrenbang RPJMD Sulsel 2025-2029, Andi Sudirman Sulaiman Fokuskan Infrastruktur dan Kesejahteraan

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 30 April 2026 21:22
MUSRENBANG RPJMD. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan Musrenbang RKPD 2026 Provinsi Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (30/4/2026). foto: istimewa
MUSRENBANG RPJMD. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan Musrenbang RKPD 2026 Provinsi Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (30/4/2026). foto: istimewa


PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RPJMD 2025–2029 dan Musrenbang RKPD 2026 Provinsi Sulsel di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas RI, Pungkas Bahjuri Ali, unsur Forkopimda, serta para kepala daerah se-Sulsel.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman menegaskan, selama lebih dari satu tahun terakhir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel konsisten mengarahkan kebijakan pembangunan melalui skema Multiyears Project (MYP) senilai Rp2,7 triliun pada sektor infrastruktur jalan, pembangunan irigasi, dan dua rumah sakit regional.

“Mulai dari perbaikan 1.000 kilometer jalan, pembangunan irigasi seluas 54 hektare, hingga pembangunan dua rumah sakit regional di Luwu dan Gowa,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, intervensi sosial juga terus diperkuat. Program-program seperti penanganan stunting, layanan kesehatan bergerak, hingga subsidi transportasi menjadi fokus utama dalam upaya mengurangi disparitas antarwilayah.

Di sektor ekonomi, pemerintah mendorong penguatan pertanian dan perikanan melalui program berbasis produktivitas dan hilirisasi.

Sementara, digitalisasi pendidikan, pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penguatan desa mandiri, serta perlindungan sosial juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menambahkan, 2027 akan menjadi fase akselerasi, dimana seluruh program yang telah dirancang tidak hanya berjalan, tetapi juga harus memberikan dampak nyata dan terukur bagi masyarakat.

“Musrenbang RKPD 2027 bukan sekadar forum perencanaan, tetapi menjadi ruang untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dan komitmen demi mewujudkan Sulsel yang maju dan berkarakter. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top