search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Komunitas Sepeda Kampanye Berbagi Jalan

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 05 Juni 2021 10:00
TERTIB BERSEPEDA. Memperingati Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day setiap 3 Juni, gabungan dari lintas komunitas sepeda Makassar menggelar gowes bareng dengan mengampanyekan tertib berlalu lintas di jalan, Sabtu (5/6/2021). foto: humas mcc 
TERTIB BERSEPEDA. Memperingati Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day setiap 3 Juni, gabungan dari lintas komunitas sepeda Makassar menggelar gowes bareng dengan mengampanyekan tertib berlalu lintas di jalan, Sabtu (5/6/2021). foto: humas mcc

Peringati Hari Sepeda Sedunia

PLUZ.ID, MAKASSAR – Memperingati Hari Sepeda Sedunia atau World Bicycle Day setiap 3 Juni, gabungan dari lintas komunitas sepeda Makassar menggelar gowes bareng, Sabtu (5/6/2021).

Selain gowes bareng, aksi ini juga dibarengi kampanye share the road dan bersepeda untuk lifestyle.

Para pesepeda berkeliling di jalanan Kota Makassar, dengan pusat di perempatan Jl Jendral Sudirman dengan mengampanyekan berbagi jalan bersama pengendara lainnya.

Turut serta dalam kampanye sosial ini, klub sepeda MCC, CRBC, Slim, dan Korb.

Ketua Makassar Cycling Club (MCC), Liem Tjong San, mengatakan, kampanye share the road atau aksi berbagi jalan ini, sebagai upaya menyikapi maraknya oknum pesepeda yang menyerobot atau menguasai jalanan perkotaan.

KOMUNITAS SEPEDA. Gabungan dari lintas komunitas sepeda Makassar menggelar gowes bareng dengan mengampanyekan tertib berlalu lintas di jalan, Sabtu (5/6/2021). foto: humas mcc

Terlebih lagi setelah viral kejadian pesepeda motor yang marah dan mengacungi jari tengah rombongan pengendara road bike di Jakarta, karena tidak diberi ruang melintasi jalan raya

Om San, sapaan akrab Liem Tjong San, mengatakan, sikap arogansi oknum pengendara bisa ditemui dari kalangan apa saja, sebagai sesama pengguna jalan, termasuk pesepeda.

“Berkendara itu soal mental. Kalo mentalnya egois dan emosian, mau dikasi kendaraan apapun ya bakal gitu juga. Enggak bisa menyalahkan atau membenarkan salah satu pihak. Belajar dari kejadian viral kemarin semoga semua bisa introspeksi dan menahan ego. Saat di jalan, agar saling menghormati sesama pengguna jalan lain,” katanya.

Ko San mengakui, oknum yang kedapatan tidak berkendara di jalur khusus sepeda ketika di tengah perkotaan, bukan hanya ditemui di Jakarta.

“Di Makassar pun kadang saya temui ada pesepeda yang mengintimidasi pesepeda dan pengguna jalan lain,” ujarnya.

GOWES BARENG. Gabungan dari lintas komunitas sepeda Makassar menggelar gowes bareng, Sabtu (5/6/2021). foto: humas mcc

Namun, tak jarang pula ditemui pesepeda diintimidasi pengguna kendaraan lain. Oleh karena itu, memanfaatkan momentum Hari Sepeda Sedunia, MCC bersama gabungan dari lintas komunitas pegowes Makassar komunitas menyerukan agar pesepeda menjunjung tinggi etika saat berkendara.

Sementara, Humas MCC, Anggiat Sinaga, mengajak masyarakat agar menjadikan bersepeda sebagai bagian dari gaya hidup, karena memiliki banyak sekali manfaat, baik bagi diri sendiri dan lingkungan.

“Bukan buat diri sendiri, tapi juga untuk kota sendiri, seperti mengurangi macet dan polusi udara,” ucapnya.

Ketua GTM, Jimmy, mengapresiasi sejak pandemi Covid-19 lebih banyak masyarakat yang turun ke jalan dengan sepeda. Namun, ia berpesan agar ke depannya tidak ditemukan lagi oknum-oknum yang merugikan pengendara lain di jalanan.

Senior KORB, Kurniawan, memberi wejangan kalau sudah bersepeda.

“Jangan lupa untuk mengedepankan etika saat di jalan raya,” ujarnya sambil mengakhiri wawancara gowes bareng bersama lintas komunitas pesepeda Makassar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top