PLUZ.ID, GOWA – Sebanyak 35 siswa angkatan II Rextrous tahun 2020 dan 47 siswa angkatan III Hivergos Kelas 12 tahun 2021 SMA Insan Cendekia Syech Yusuf (ICSY) Kabupaten Gowa mengikuti wisuda di Gedung Aula Sang Surya Pusdiklat Unismuh Makassar, Minggu (20/6/2021).
Sekolah Menengah Atas (SMA) Insan Cendekia Syech Yusuf Gowa untuk kedua kalinya kembali melepas alumni kedua dan ketiganya. Dimana angkatan sebelumnya angkatan II tidak sempat mengikuti wisuda, karena dalam masa pandemi Covid-19 pada 2020.
Meskipun tahun ini masih dalam masa pandemi, namun wisuda tetap dilaksanakan tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dalam rangkatp mencegah penyebaran virus Covid-19.
Penamatan ini dirangkaian dengan penyambutan peserta didik baru. Pada kegiatan ini, beragam kreasi seni peserta didik aktif ditampilkan. Peserta didik aktif pun tidak kalah luar biasanya dengan menampilkan berbagai hiburan pertunjukan yang membuat para tamu hadirin berdecak kagum dan terhibur, yang dilatih dan dibimbing langsung Mr Karim, guru Bahasa Inggris yang sekaligus menjabat Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Humas dan Pembina Komunitas Seni SMA Insan Cendekia Syech Yusuf.
Hiburan yang dipertontonkan, seperti dance kolaborasi, musikalisasi puisi, paduan suara, tarian tradisional, tarian kreasi, dan lainnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Dewan Pembina, Ketua KB PII Sulsel, Ketua Yayasan, Direktur I SMA Insan Cendekia Syech Yusuf, Pengawas Bina Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Kepala SMA Insan Cendekia Syech Yusuf, Dewan Guru dan karyawan SMA Insan Cendekia Syech Yusuf, Ketua Komite, Kepala Puskesmas Pattallassang, Kabid Perhubungan Dishub Kabupaten Gowa, Ikatan Alumni, orang tua wisudawan dan wisudawati serta calon peserta didik baru.
Kepala SMA Insan Cendekia Syech Yusuf, Mustakim M, menyampaikan, sekolah yang dipimpinnya itu mulai beroperasi 2016 lalu. Pada 2021 ini angkatan III yang dilepas.
Dimana siswa telah menorehkan banyak prestasi, misalnya Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi bidang geografi, beberapa waktu lalu, juara volley ball tingkat pelajar se-Sulsel, juara karya tulis ilmiah tingkat nasional, runner up II Duta Pelajar Sulsel, dan masih banyak lagi.
Dan juga angkatan II merupakan siswa-siswi yang menjadi pionir festival-festival kesenian di SMA Insan Cendekia Syech Yusuf. Hal tersebut tidak terlepas dari bimbingan dan atmosfer kompetisi angkatan sebelumnya.
Apresiasi dan mengajak bersyukur atas prestasi dan keberhasilan para siswa-siswi terutama kelas 12 dalam mengikuti proses pendidikan dan pengajaran di SMA Insan Cendekia Syech Yusuf selama tiga tahun.
Mustakim melalui keterangan resmi diterima, Rabu (23/6/2021), juga mengucapkan selamat atas capaian kelas 12 yang telah lulus di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sebanyak enam orang dan delapan orang lulus jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) serta dua orang lulus jalur pretasi di perguruan tinggi lainnya.
Tak lupa juga Kepala Sekolah memberi doa dan semangat untuk seluruh siswa kelas 12 yang masih berjuang mengikuti seleksi perguruan tinggi.
Ketua Umum Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (KB PII) Provinsi Sulsel, Syaiful Kasim, malanjutkan, ia sangat bersyukur sekolah yang dirintis susah payah ini, dijadikan pilot project kelembagaan secara nasional oleh pengurus besar KB PII. Beberapa daerah juga sudah mengikuti dan merintis membuat sekolah serupa.
Ketua Dewan Pembina SMA Insan Cendekia Syech Yusuf, Prof Arismunandar, dalam sambutan khususnya mengaku, ikut mengapresiasi, berbangga.
Mantan Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM) ini, mengatakan, sebagai sekolah yang bercita-cita besar, tentu yang utama adalah penguatan kurikulum.
“Kita ini sudah luar biasa. Di Sulsel, sebagai sekolah baru tidak ada yang jumlah gurunya sampai 32 orang. Kemudian, saya minta siswa tidak boleh ada lebih dari 25 orang dalam satu kelas,” ujarnya.
Arismunandar mengatakan, keunggulan yang dimiliki SMA Insan Cendekia Syech Yusuf adalah sekolah berbasis boarding school (sekolah berasrama) yang mampu mengintegrasikan pembelajaran pengetahuan dan pembelajaran budi pekerti.
“Jangan bangga sama sekolah berakreditasi A sebelum mampu membuat boarding school, karena dengan boording bukan hanya akademik yang dibentuk, akan tetapi karakter bisa dibentuk selama 24 jam,” jelasnya.
Arismunandar mengharapkan proses pendidikan di SMA Insan Cendekia Syech Yusuf semakin baik. Prestasi itu adalah hasil, tetapi yang paling penting adalah proses menuju prestasi tersebut.
“Bagi siswa yang gagal jangan berhenti berjuang, karena kegagalan-kegagalan akan menemukan banyak pintu kesuksesan ke depannya,” katanya.
Arismunandar juga menyampaikan pesan harapan dan cita-citanya kepada para wisudawan dan wisudawati lulusan siswa kelas 12, agar kelak para alumni mampu menjadi pemimpin di masa depan dan selalu menjaga nama baik almamater tercinta SMA Insan Cendekia Syech Yusuf.
Acara wisuda ini berlangsung khidmat dan meriah meskipun di tengah keterbatasan masa pandemi Covid-19. (***)