search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Sattar Taba, Sang Pemikir dan Pekerja Keras yang Selalu Bertasbih

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 25 Juni 2021 10:00
HM Sattar Taba. foto: istimewa
HM Sattar Taba. foto: istimewa

CEO PT Tiran Indonesia (Tiran Group)

HM Sattar Taba baru saja mendapatkan kepercayaan sebagai Direktur Utama (CEO) PT Tiran Indonesia (Tiran Group).

Perusahaan raksasa milik DR Ir H Andi Amran Sulaiman MSi MPI, Menteri Pertanian Periode 2014-2019 ini, membawahi 38 perusahaan.

Target utama Sattar Taba sejak menginjakkan kaki pertamanya kalinya di perusahaan yang berkantor di ASS Building, Jl Urip Sumoharjo Nomor 3, Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Provinsi Sulsel, Kamis (17/6/2021), adalah meningkatkan dan memperkuat kinerja perusahaan menuju holding company dan go public.

Hal ini sejalan dengan amanah yang diberikan pemegang saham kepada Sattar Taba. Yaitu, kehadiran sosok Sattar Taba yang bertangan dingin dan berpengalaman dalam memimpin perusahaan akan menambah holding company ini, menjadi lebih besar.

Sattar Taba juga adalah tipikal person yang sangat fokus pada pengembangan usaha, peduli, dan agamawan.

Apalagi, investasi Tiran Group hingga saat ini telah merambah mega proyek dan bisnis diantaranya proyek smelter, tambang nikel, batu bara di Kalimantan Tengah, pabrik gula dan perkebunan tebu di Bombana (Sulawesi Tenggara), mente, kakao, dan kelapa sawit, serta distributor Unilever di Indonesia Timur, distributor frozen food, distributor semen, SPBU, angkutan darat dan laut, ekspedisi, Perusahaan Bongkar Muat (PBM), konstruksi dan properti serta realestat.

Amanah dan kepercayaan besar ini, akan dibalas dengan peningkatan kinerja dan pengembangan perusahaan Tiran Group.

“Kepercayaan sebagai Direktur Utama Tiran Group perlu saya jaga dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mohon bantuan dan dukungan doa agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam melaksanakan tugas dan amanah yang sangat mulia ini untuk kepentingan perusahaan, bangsa, dan negara. Tiran Group yang mengelola 38 perusahaan semoga mendapatkan perlindungan, pertolongan, dan keberkahan dari Allah SWT,” ujarnya.

“Sebagai langkah awal di perusahaan ini, (Tiran Group) adalah melakukan penyesuian guna meningkatkan kinerja dan pengembangan perusahaan,” lanjutnya.

Sattar Taba optimistis dengan pencapaian target perusahaan tahun ini. Apalagi, Sattar Taba memang sudah teruji membawa perusahaan ‘sakit’ dan ‘merugi’ menjadi berprestasi. Seperti PT Semen Kupang (Persero) yang terus merugi kemudian diberikan kepercayaan untuk memperbaiki kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini.

Founder Tiran Group DR Ir H Andi Amran Sulaiman MSi MPI (kanan) menyerahkan potongan tumpeng kepada Direktur Utama (CEO) PT Tiran Indonesia (Tiran Group) HM Sattar Taba. foto: istimewa

“Semen Kupang kala itu terus merugi bahkan sejak dididirikan hingga akhirnya bisa meraih keuntungan,” ujarnya.

Sama halnya dilakukan di PT Semen Tonasa (Persero). Berkat pembenahan yang dilakukan di BUMN ini, mampu meningkatkan kinerjanya.

“Termasuk di Semen Tonasa kinerjanya terus ditingkatkan hingga membangun Tonasa V, pembangkit listrik, perluasan pelabuhan batu bara dan pelabuhan semen, serta mampu meningkatkan kesejahteraan karyawan,” jelasnya.

BUMN lain yang merasakan sentuhan tangan dinginnya adalah PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero.

Bahkan, ia sukses mengharumkan nama baik PT KBN di ajang BUMN Award 2017 yang menyabet dua penghargaan sekaligus. Tak sampai di situ, pada ajang tersebut, Sattar Taba juga dinobatkan sebagai CEO BUMN Terbaik.

Terakhir alumni SMAN 1 Makassar ini, dipercaya sebagai Staf Ahli Badan Pengusahaan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Otorita Batam di Batam.

Pencapaian kinerja pribadi dan perusahaan yang dipimpin Sattar Taba diyakini tidak lepas dari sosoknya yang pemikir keras dan pekerja keras serta tawadu.

“Berfikir keras serta bekerja keras dan hasilnya diserahkan kepada Allah SWT, maka Insya Allah, hasilnya akan kita petik. Inilah yang saya terapkan sejak dulu,” katanya.

Sosoknya yang pemikir keras dan pekerja keras sudah diterapkan sejak kecil. Didikan kemandirian kedua orang tuannya sebagai pedagang melecut Sattar Taba kecil lebih mandiri dan kuat dalam hal berwirausaha.

Kala hampir sebagian anak pasti menghabiskan waktu kecilnya bermain dengan teman-teman seusia mereka. Namun, beda halnya dengan Sattar Taba. Dari sejak kecil ia justru sudah dididik mandiri untuk mencari penghasilan dalam bentuk transaksi jual beli.

HM Sattar Taba. foto: istimewa

Pada tahun 1960-an ketika ia memasuki Sekolah Dasar, Sattar Taba mengikuti jejak kedua orang tuanya yang juga seorang pedagang.

Bisnis pertamanya dimulai sejak usianya menginjak sepuluh tahun, atau tepatnya saat mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar kelas 3. Ia bersama sang kakak pun mendirikian usaha sendiri di bidang penjualan sembako. Barang kebutuhan sehari hari yang dijualnya, meliputi beras, minyak goreng, minyak tanah dan kebutuhan masyarakat lainnya.

“Sejak bangku sekolah dasar saya sudah diajarin (secara tidak langsung) oleh orang tua saya untuk mencari penghasilan, dalam bentuk transaksi jual beli. Apa yang saya jual adalah barang-barang sembako,” ujar Sattar Taba mengenang masa kecilnya.

Sattar Taba Kecil terbilang sudah mulai jatuh hati dengan wirausaha. Di usia yang sangat belia setelah menyelesaikan bangku Sekolah Dasar ia pun berhasil membangun pabrik penggilingan beras dan jagung. Memang anak ajaib.

“Jadi sambil melanjutkan Sekolah Menengah Pertama sambil menjalankan bisnis, berdagang, dan mengelola pabrik. Setiap sepulang sekolah saya jalankan pabrik tersebut, lalu kemudian subuhnya saya jual di pasar. Itu terus dilakukan sampai saya lulus sekolah,” bebernya.

Selain menjalankan usaha sembako, pabrik beras, dan jagung, Sattar Taba pun sempat menjadi distributor rokok. Boleh dibilang Sattar Taba kecil adalah anak yang ajaib. Selain sudah mahir berdagang dari sejak kelas 3 Sekolah Dasar, ia pun kemudian dengan berani membeli dan membangun pabrik penggilingan beras dan jagung.

Hal tersebut tentu saja akan sulit kita temui dari sosok anak kecil yang mungkin saja teman yang seusia Sattar Taba pada waktu itu belum dapat berpikir ke arah bisnis.

Beranjak dewasa, mungkin 3 (ramah, tegas, dan relijius) cukup menggambarkan kesan pertama melihat Sattar Taba. Kematangan si anak ajaib dalam berbisnis ini, semakin memantapkan dirinya untuk menjadi pembuat strategi bisnis yang ulung. Diibaratkan, di manapun kakinya berpijak, di situlah prestasi gemilang diraihnya.

Setelah menamatkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sattar Taba pun terjun ke dunia korporasi. 44 tahun berkecimpung di dunia korporasi, 35 tahun sebagai direktur perusahaan BUMN dan sembilan tahun di perusahaan swasta. Dimulai dari Perusahaan Bongkar Muat (PBM), ekspedisi, industri, perusahaan perdagangan, sebelum terjun ke BUMN.

Selama itu pula Sattar Taba sangat identik sebagai pemikir keras dan pekerja keras serta tawadu.

HM Sattar Taba. foto: istimewa

Bahkan, satu yang tidak pernah berubah dari sosok yang religius ini, selama berada di dunia korporasi. Yaitu, rutin menggelar pengajian dan tidak pernah lepas dari tasbih yang dimilikinya sejak 40-an tahun lalu.

Dimana di setiap perusahaan yang ditempati selalu rutin menggelar pengajian, terutama di malam Jumat atau Kamis malam. Hal serupa juga akan dilakukan selama memimpin Tiran Group.

“Insya Allah, akan dilakukan pengajian rutin tiap malam Jumat di kantor dan rumah. Kita akan melibatkan para anak yatim dan dipimpin kiai. Masuk hari pertama kerja pun, Kamis (17/6/2021) lalu, diadakan pengajian bersama anak-anak yatim piatu bersama tiga orang Kiai di sini AAS Building, Kamis (17/6/2021) lalu. Tradisi pengajian ini sudah saya lakukan sejak dulu, 44 tahun lalu atau selama terjun ke dunia korporasi,” ujarnya.

Sosok Sattar Taba juga tidak pernah lepas dari tasbih di genggamannya. Bahkan, tiap saat melafazkan bacaan wirid.

Istimewanya, tasbih yang digunakan selama kurang lebih 40-an tahun ini, adalah tasbih sama yang diberikan oleh Syekh di Mekah.

“Tasbih yang saya gunakan ini adalah pemberian dari Syekh di depan Multazam Kakbah di Mekah 40-an tahun lalu pada waktu Ba’da Magrib menunggu Salat Isya. Saat itu, Syekh juga memberikan bacaan wirid dari bacaan Imam Muhammad Al Ghazali. Bacaannya berbeda-berbeda setiap hari,” katanya.

“Saya utarakan ini dengan maksud dan berharap menjadi doa bagi kita semua, terutama bagi saya, keluarga, dan pekerjaan. Semoga semuanya berberkah, Amin YRA,” tambah pria kelahiran Ujung Pandang, 66 tahun lalu ini.

Adapun bacaan wirid yang diamalkan Sattar Taba setiap hari, yaitu:
1. Senin: membaca zikir, Bismillah, Laa hawla walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim sebanyak 1.000 kali
2. Selasa: membaca shalawat kepada Nabi SAW, Astaghfirulloohal ‘azhiim sebanyak 1.000 kali
3. Rabu: membaca istighfar, Astaghfirulloohal ‘azhiim sebanyak 1.000 kali
4. Kamis: membaca tasbih, Subhaanalloohal ‘azhiima wa bihamdih sebanyak 1.000 kali
5. Jumat: membaca zikir, Yaa Allah sebanyak 1.000 kali
6. Sabtu: membaca zikir, Laa ilaaha illallah sebanyak 1.000 kali
7. Ahad/Minggu: membaca dzikir, Yaa hayyu yaa qoyyuum sebanyak 1.000 kali.

Selain itu, Sattar Taba juga setiap harinya membaca Surah Al Fatihah 1.000 kali, surah Al Ikhlas 1.000 kali, Ayat Kursi 1.000 serta bacaan zikir Hasbunallah Wanikmal Wakil Nikmal Maula Wanikman Nasir 1.000 kali dan Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa la fis samaa’i wahuwas sami’ul alim 1.000 kali.

Sosok religius yang melekat pada Sattar Taba selama ini, bukan hanya karena pribadinya semata, tetapi di lingkungan keluarga besarnya.

HM Sattar Taba bersama keluarga (Almarhum AG DR KH Muhammad Sanusi Baco LC). foto: istimewa

Dimana Sattar Taba adalah keponakan almarhum Anregurutta (AG) DR KH Muhammad Sanusi Baco LC. Selain itu, istri Sattar Taba Hj Sitti Zulaeha Adam adalah adek bungsu Hj Aminah Adam yang tidak lain merupakan istri mendiang AG KH Sanusi Baco. (***)

Daftar Riwayat Hidup
Nama Lengkap: HM Sattar Taba
Pekerjaan: Direktur Utama PT. Tiran Indonesia (Tiran Group)
Usia: 66 Tahun
Alamat Kantor: ASS Building, Jl Urip Sumoharjo, Nomor 3, Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Provinsi Sulsel.

Riwayat Jabatan
1. Direktur Utama PT. Tiran Indonesia (Tiran Group) 2021 – Sekarang
2. Direktur Utama PT. KBN (Persero) 2012 – Nov 2020
3. Direktur Utama PT. Semen Tonasa (Persero) 2005 – 2012
4. Direktur Keuangan PT. Semen Tonasa (Persero) 2000 – 2005
5. Direktur Utama PT. Semen Kupang (Persero) 1991 – 2000
6. Direktur Keuangan PT. Semen Kupang (Persero) 1987 – 1991
7. Direktur PT. EMKL Toppa Biring
8. Direktur PT. PBM Biring Kassi Raya
9. Direktur PT. Purna Karya Manunggal
10. Direktur PT. Pelayaran Tonasa Line
11. Perusahaan Perdagangan
12. Pabrik Penggilingan Beras dan Jagung
13. Agen Rokok Bentoel.

Riwayat Pendidikan
1. Sarjana Ekonomi Perusahaan, Universitas Hasanuddin – Tahun 1979
2. Master Ilmu Pemerintahan, STIP-AN Jakarta – Tahun 2019
3. Doktor (Cand), IPDN Jakarta – Tahun 2021.

Keanggotaan Organisasi
1. Kawasan Industri, Sebagai Dewan Penasehat 2019 – Sekarang
2. Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Sebagai Ketua Umum 2014 – 2019
3. Kadin Indonesia, Sebagai Wakil Ketua Umum 2011 – 2013
4. Ketua Pembina Ikatan Imam-imam Masjid Provinsi Sulsel
5. Ketua Dewan Penasehat Yayasan Nahdlatul Ulum
6. Dewan Pembina Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum
7. Ketua Dewan Pembina Ikatan Pemuda Persaudaraan Haji Sulsel.

Penghargaan
1. Pengembangan Strategi Kerja BUMN Track – 2017
2. CEO Terbaik BUMN Track – 2017. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top