search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

PHRI Sulsel Dukung PPKM Mikro

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 06 Juli 2021 16:00
BERI KETERANGAN. Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga (tengah), memberikan keterangan resmi mendukung PPKM Mikro di Executive Lounge Claro Makassar, Senin (5/7/2020). foto: istimewa
BERI KETERANGAN. Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga (tengah), memberikan keterangan resmi mendukung PPKM Mikro di Executive Lounge Claro Makassar, Senin (5/7/2020). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Badan Pengurus Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel dan Ikatan Hotel General Manager Association (IHGMA) Chapter Sulsel menyikapi penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) yang dilakukan pemerintah.

Hal ini terangkum saat PHRI dan IHGMA Sulsel memberikan keterangan resmi mendukung PPKM Mikro di Executive Lounge Claro Makassar, Senin (5/7/2020). Hadir Ketua BPD PHRI Sulsel Anggiat Sinaga, Ketua IHGMA Chapter Sulsel Andi Junaidi Salam, Sekretaris BPD PHRI Sulsel Nasrullah Karim, Ketua BPC PHRI Kota Makassar Kwandi Salim, dan lainnya.

Pertemuan ini diadakan guna menyampaikan beberapa poin tentang pelaksaaan kegiatan-kegiatan yang akan diadakan di hotel dan restoran selama adanya PPKM Mikro, agar kegiatan-kegiatan tersebut tetap berjalan dengan lancar dan efektif guna mengurangi tingkat kasus pandemi Covid-19 di Kota Makassar.

Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga, mengatakan, melihat tingkat kasus Covid-19 yang sekarang terjadi sangat meningkat, maka PHRI mengeluarkan beberapa kebijakan untuk seluruh hotel dan gedung pertemuan guna untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kebijakan ini kami sepakati guna mendukung adanya PPKM Mikro yang telah dikeluarkan Pemerintah Kota Makassar. Adapun kebijakan yang kami keluarkan adalah pertanggal 15 Juli 2021 seluruh kegiatan yang ada di dalam hotel wajib menggunakan meal box dan tidak memperbolehkan makan di tempat, kemudian setiap kegiatan yang berlangsung di dalam ballroom harus tersedia Zoom monitoring yang terhubung langsung dengan kecamatan setempat,” jalasnya.

“Selain itu, seluruh hotel dan restoran wajib memiliki Satgas mandiri yang akan dilatih Satgas kecamatan agar sesuai dengan standar yang ada dan yang terakhir pihak hotel akan menyiapkan minuman peningkat imun untuk para pengunjung hotel yang ingin menginap, seperti Sarabba dan Jus Tradsar yang terbuat dari sari buah mengkudu,” tambah Anggiat Sinaga.

Sementara, Ketua IGHMA Chapter Sulsel, Andi Junaidi Salam, menambahkan, Zoom Monitoring langsung terhubung dengan kecamatan dan sangat mendukung program yang dikeluarkan pemerintah.

“Semoga dengan adanya kebijakan yang kami keluarkan dapat memutus dan mengurangi angka Covid-19 yang terjadi di Kota Makassar agar tidak seperti yang terjadi di Pulau Jawa,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top