search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pulau Lae-lae Jadi Titik Labuh Kapal Isolasi Apung

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 14 Juli 2021 11:00
ISOLASI APUNG. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, meninjau dan menentukan titik koordinat dimana kapal Pelni untuk isolasi apung akan berlabuh, Selasa (13/7/2021). foto: istimewa
ISOLASI APUNG. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, meninjau dan menentukan titik koordinat dimana kapal Pelni untuk isolasi apung akan berlabuh, Selasa (13/7/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Isolasi apung yang diinisiasi Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, akan segera dioperasikan. Inovasi isolasi apung ini, pertama di Indonesia. Bisa jadi ini juga yang pertama di dunia.

Memastikan seluruh kesiapannnya, Danny Pomanto bersama Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, perwakilan PT Pelni, dan Syahbandar meninjau dan menentukan titik kordinat dimana kapal Pelni untuk isolasi apung akan berlabuh, Selasa (14/7/2021).

Dari hasil tinjauan titik labuhnya ditetapkan di hadapan Pulau Lae-Lae.

“Kami lihat titik labuh yang mana paling bagus, titik labuh ini tentunya banyak pertimbangannya. Pertimbangan teknis kedalaman, pertimbangan kedua adalah suplai kemudian pertimbangan ketiga nilai rekreatifnya, dan nilai penyembuhanya, imunitasnya kalau dia sandar akan seperti didarat, tapi kalau dia di tengah laut itu betul-betul menjadi bagian daripada penguatan imunitas mereka, nah itu tadi kita sudah dikunci titik koordinatnya di hadapan Pulau Lae-lae,” ucapnya.

Untuk tekhnisnya sendiri, Danny akan melakukan rapat kordinasi bersama seluruh TNI/Polri untuk membahas finalnya seperti merancang hulu hilir siapa yang akan dibawah ke kapal ini.

“Kita akan bahas bagaimana standarnya nah koordinasi antara Detektor, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Covid Hunter kemudian sampai di atas kapal itu semua punya SOP (Standar Operasional Prosedur) kami berbagi tugas. Otoritas pelabuhan, Syahbandar, Pelindo merumuskan SOP di sini. Terus ada SOP di atas kapal Pelni secara karantina dan KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) serta ada SOP isolasi dimulai dari darat,” kata Danny.

Adapun kriteria pasien, Covid-9 yang berhak di isolasi apung yakni pasien yang memiliki gejala ringan dan sedang. Sementara yang berat akan tetap di rawat di Rumah Sakit (RS).

Langkah ini diambil Danny, karena mendukung penuh rumah sakit yang menangani Covid-19 di Makassar.

“Jadi kami akan konsultasikan dengan teman-teman dokter dan para ahli kesehatan yang jelas adalah kita ingin mendukung rumah sakit, rumah sakit jangan penuh, karena orang bergejela ringan saja padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan bergejala ringan apalagi Orang Tanpa Gejala (OTG). Ini kita akan pisahkan jadi ringan dan OTG jangan di rumah sakit tinggal di sini saja sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit,” jelasnya.

Sementara, Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang, menambahkan, pengawasan kapal isolasi apung ini, sangat ketat dan tetap terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kota Makassar.

“Di kapal ini kapasitasnya 900 tempat tidur itu sudah dikonsepkan jaga jarak. Jadi seluruh pihak berkordinasi untuk pengawasan yang ketat,” sebutnya.

Kapal penumpang ini merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang dihentikan sementara pengoperasiannya akibat pandemi Covid-19. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top