search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Agung Sucipto Divonis 2 Tahun Penjara, Djusman AR: Kalau Pemberi Terjerat, Bagaimana dengan Penerima

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 27 Juli 2021 10:00
Djusman AR. foto: doelbeckz/pluz.id
Djusman AR. foto: doelbeckz/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pengadilan Negeri (PN) Makassar, menajutuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp150 juta rupiah kepada Agung Sucipto, terdakwa penyuap Nurdin Abdullah, Senin (27/7/2021). Putusan itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi hal ini, Koordinator Forum Komunikasi Lintas (Fokal) NGO Sulawesi, Djusman AR, selaku pelapor kasus tersebut, mengatakan, dengan putusan itu semakin meyakinkan dalam perkara tersebut telah terjadi Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), meskipun masih ada upaya hukum di atasnya yang dapat ditempuh oleh yang bersangkutan.

“Kalau pemberi saja terjerat hukum, bagaimana dengan penerimanya,” kata Djusman yang juga Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar ini.

Menurutnya, dengan putusan terhadap Agung Sucipto alias Anggu yang diketahui selaku kontraktor, tentu berpotensi akan melebar ke kontraktor lain yang terungkap dalam fakta persidangan disebut-sebut melakukan perbuatan yang sama.

“Apalagi, para kontraktor itu sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK di Polda Sulsel beberapa waktu lalu,” ungkap Djusman yang diketahui juga sebagai Direktur Lembaga Peduli Sosial Ekonomi Budaya Hukum & Politik (LP-SIBUK) Sulsel.

Mereka yang pernah menjalani pemeriksaan penyidik KPK adalah Robert, H Haeruddin, Fery Tanriadi, dan H Momo (Nurwadi bin Pakki).

Djusman mengatakan, sejak awal melaporkan kasus tersebut sudah meyakini telah terjadi tindak pidana korupsi dengan tidak mengabaikan asas praduga tak bersalah.

“Mari kita senantiasa mensupport KPK khususnya terhadap JPU KPK,” ujar tokoh anti korupsi ini.

Sebelumnya, sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Senin 26 Juli 2021, menajutuhkan vonis dua tahun penjara dan denda Rp150 juta rupiah kepada Agung Sucipto, terdakwa penyuap Nurdin Abdullah.

Vonis tersebut dibacakan hakim Ketua Ibrahim Palino pada persidangan di ruang Dr Harifin A Tumpa.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama dua tahun serta denda sebesar Rp150 juta rupiah dan apabila denda itu tidak dibayar, maka akan diganti penjara selama empat bulan,” ucap Ibrahim Palino, Senin (26/7/2021).

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menuntut dua tahun penjara dan denda Rp250 juta rupiah.

Agung Sucipto dikenakan UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberatasan Tindak Pidana Korupsi.

Ia dikenakan Pasal 5 (1) UU Tipikor Jo Pasal 64 (1) KUHP, dengan ancaman penjara minimal satu tahun dan maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp250 juta. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top