search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Polda Sulsel Tetapkan 13 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan RS Batua Makassar

doelbeckz - Pluz.id Senin, 02 Agustus 2021 15:00
RILIS KASUS. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri (kiri), saat merilis penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Makassar di Mapolda Sulsel, Senin (2/8/2021). foto: istimewa
RILIS KASUS. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri (kiri), saat merilis penetapan tersangka dugaan tindak pidana korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Makassar di Mapolda Sulsel, Senin (2/8/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel mengumumkan penetapan tersangka atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Makassar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, Kombes Pol Widoni Fedri, mengemukakan, dalam kasus ini, sebanyak 13 orang ditetapkan sebagai tersangka. Dua orang antaranya bergelar dokter.

Kemudian tidak menutup kemungkinan dalam kasus ini, memunculkan tersangka baru.

“Yang kita tetapkan sebagai tersangka 13 orang kemudian bisa berkembang. Jadi 13 orang ini yang bertanggung jawab kegiatan dalam pembangunan RS Batua. Inisialnya, dokter AN (pengguna anggaran 2018), doktor SR (kuasa pengguna anggaran 2018), MA (PPTK), FM, HS (Pokja 3), NW, AS, MK, AIAS (kuasa direktur), AEH (direktur perusahaan), DR, APR, dan RP,” ujar Kombes Pol Widoni saat merilis penetapan tersangka di Mapolda Sulsel, Senin (2/8/2021).

Widoni mengatakan, para tersangka tersebut diduga melanggar pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 Undang-Undang (UU) Tipikor. Sebab berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) telah terjadi kerugian negara sekitar Rp22 miliar lebih terhadap pembangunan RS Batua yang berlokasi di Jl Abdullah Dg Sirua, Kota Makassar ini.

Tak hanya itu, Kombes Pol Widoni juga menyebutkan, tidak menutup kemungkinan dalam kasus dugaan Tipikor RS Batua bakal menyeret tersangka baru dari pihak yang menyetujui anggaran.

“Ini bisa berkembang, pelaku-pelaku baru lagi. Aktor elektual ada, pelaksana ada, mungkin berkaitan dengan mengeluarkan anggaran ada, ini sudah terkondisikan dari awal. Dan menetapkan tersangka ini hasil penyelidikan kami dan temuan dari kawan-kawan BPK RI,” katanya.

Usai penetapan tersangka, Kombes Widoni, berjanji dalam waktu dekat kasus tersebut akan dilimpahkan ke Kejaksaan atau P21.

“Yang pasti kita upayakan percepatan berita acara P21,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top