search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Andal Mencari Peluang Usaha di Dunia Digital, Kiat Sukses Walaupun Bermodal Kecil

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 07 Agustus 2021 21:00
Sumber: literasi digital sulawesi
Sumber: literasi digital sulawesi

Literasi Digital Sulawesi 2021

PLUZ.ID, MAMUJU – Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual di Mamuju, Sulawesi Barat, Sabtu (7/8/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema ‘Bangkit dari Pandemi dengan Literasi Digital’ ini diikuti 691 peserta yang telah mendaftarkan dirinya terlebih dahulu.

Empat orang narasumber yang tampil dalam seminar ini, yaitu Analis Coinvestasi M Naufal, Branch Manager Kururio Wilayah Mamuju Sulawesi Barat Abdul Wahab, Digital Strategic dan Inisiator umkmgood.com Riski Riswandi, serta Narablog & Sociopreneur RA Susanti. Sedangkan moderator, yaitu Aguslia Hidayah selaku praktisi public relation. Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Abdul Wahab, memaparkan tema ‘Tren Pekerjaan dan Usaha di Dunia Digital’.

Menurutnya, usaha yang dapat dilakukan di internet dengan modal minim, yakni jasa dropshipping, kursus daring, content writer, jasa pembuatan website, desain grafis, atau bergabung dengan afiliasi.

“Agar mampu bersaing, warganet bisa memaksimalkan media sosial, digital marketing, mobile friendly, inovasi, serta pelayanan yang maksimal,” terangnya.

Selanjutnya, Riski Riswandi menyampaikan materi etika digital berjudul ‘Sosialisasi E-Market bagi Para Pelaku UMKM’.

Riski mengatakan, sejumlah keunggulan lokapasar, antara lain potensi konsumen yang besar, tersedia promo menarik, mudah terhubung dengan media sosial, serta pengoperasional yang mudah. Adapun kekurangannya adalah persaingan yang ketat, sehingga potensi margin keuntungan sedikit.

“Kiat sukses berbisnis daring, diantaranya memanfaatkan media sosial dan platform komunikasi, buat akun di semua lokapasar, jalin kemitraan daerah untuk mempermudah pengiriman, dan buat website untuk menaikkan branding produk,” sarannya.

Pemateri ketiga, RA Susanti, memaparkan tentang budaya digital bertema ‘Jebakan Konsumtif di Dunia Digital’.

Menurutnya, kemudahan dan banyaknya tawaran promo di internet membuat hasrat berbelanja warganet sulit terkendali.

“Arahkan hobi belanja menjadi kegiatan yang menghasilkan, misalnya dropshipping,” katanya

Adapun M Naufal, sebagai narasumber terakhir menyampaikan keamanan digital berjudul ‘Investasi Konvensional Versus Investasi Digital’.

Naufal mengatakan, dunia digital semakin memudahkan masyarakat untuk berinvestasi dengan dana kecil. Adapun pilihan investasi saat ini, antara lain pembelian saham, surat utang, reksadana, komoditas berjangka, mata uang, serta properti.

“Ada juga pilihan investasi alternatif misalnya deposito, fintech peer to peer, venture capital atau angel investor, serta perusahaan pengelola investasi legal,” ujarnya.

Setelah pemaparan materi semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu Aguslia Hidayah. Para peserta tampak antusias dan mengirimkan banyak pertanyaan. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Webinar literasi digital ini mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi.

Salah satu peserta, Irwansyah Kurniadi di Mamuju bertanya tentang aspek apa yang perlu diperhatikan untuk dapat memulai bisnis daring dengan aman dan nyaman.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Wahab mengatakan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah pemetaan pasar untuk menguji diterima atau tidaknya suatu produk, lalu promosikan produk melalui media sosial yang banyak digunakan calon konsumen.

Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top