search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Menghindari Ancaman Kejahatan di Dunia Digital

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 07 Agustus 2021 15:00
Sumber: literasi digital sulawesi
Sumber: literasi digital sulawesi

Literasi Digital Sulawesi 2021

PLUZ.ID, MINAHASA – Sebanyak 843 peserta antusias mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi, yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, yang dilaksanakan secara virtual di Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (7/8/2021).

Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah ‘Lindungi Diri, Pahami Fitur Keamanan Digital’.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Manajer Pemasaran PT Rumah Kita Boga Ibnu Faisal, Carlalisa Mega Manalip selaku pengusaha, BA Hijab & Digital Marketing, Ayu Indah Tri Susilowati, serta Jurnalis Metro TV sekaligus pegiat literasi konten sehat digital Amanda Komaling. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Linda selaku jurnalis. Rangkaian Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa.

“Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama, Ibnu Faisal, membahas kecakapan digital dengan tema ‘Tips dan Trik Bertransaksi secara Digital dengan Mudah dan Aman’.

Dalam sesinya, Ibnu menjelaskan jenis transaksi digital, keuntungan, dan ancamannya seperti malware dan phising. Ia juga memberikan tips agar tetap aman bertransaksi.

Berikutnya, Carlalisa Mega Manalip membahas etika digital dengan tema ‘Memahami Aturan Bertransaksi di Dunia Digital’.

Carlalisa menjelaskan, ada tiga hal yang diatur dalam transaksi digital, yaitu cara order, cara bayar, dan cara komplain.

“Tips yang bisa dilakukan dalam transaksi digital, yaitu pahami aturannya, segera lakukan pembayaran, jangan lakukan hit and run (konfirmasi beli, tapi tidak bayar), dan beri bukti jika mau komplain,” pesannya.

Pemateri selanjutnya, Ayu Indah Tri Susilowati, membahas budaya digital dengan tema ‘Cara dan Legalitas Bayar Tagihan Online’.

Ayu memaparkan mengenai legalitas serta cara membayar tagihan daring.

“Zaman sekarang butuh yang praktis dan efisien,” ujarnya.

Namun, kata dia, selama pembayaran daring, jangan sembarangan memberikan kode OTP.

Pemateri terakhir, Amanda Komaling, membahas keamanan digital dengan tema ‘Jenis-jenis Penipuan di Dunia Internet dan Cara Menghindarinya’.

Amanda mengatakan, dunia serba digital menawarkan banyak kemudahan, salah satunya transaksi keuangan. Di sisi lain, terdapat ancaman siber yang mengintai, seperti penipuan daring.

“Cari informasi sebanyak-banyaknya. Minta rekomendasi dari yang berpengalaman belanja daring. Jangan mudah percaya, simpan bukti transaksi, dan selalu meminta bukti resi pengiriman,” tegasnya.

Setelah pemaparan materi semua narasumber, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh peserta. Panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi sepuluh penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta.

Salah satu peserta webinar, Rustika Fajriana, bertanya kepada Ibnu Faisal.

“Saat ini ada beragam dompet digital, kriteria apa yang menjadi ukuran agar aman dipakai pengguna? Apakah saat ini ada aturan pemerintah terkait dompet digital mengingat banyak kasus kehilangan saldo di dompet digital, tetapi korban tidak menerima ganti rugi,” ujarnya.

Ibnu mengatakan, semua dompet digital yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan bisa dibilang cukup aman. Untuk menentukan aman dan tidaknya, kata dia, tergantung pada penilaian OJK. Terkait peraturan penyelenggaran dompet digital, pemerintah sudah membuat regulasi yang dikeluarkan dari Bank Indonesia.

Program Literasi Digital ‘Indonesia Makin Cakap Digital’ di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya.

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top