search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Meresahkan, Polsek Rappocini Amankan Belasan Pelaku Balap Liar

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 02 Oktober 2021 10:00
PEMBINAAN SPRITUAL. Polsek Rappocini memberikan pembinaan spritual kepada pemuda yang terjaring aksi balap liar. foto: istimewa
PEMBINAAN SPRITUAL. Polsek Rappocini memberikan pembinaan spritual kepada pemuda yang terjaring aksi balap liar. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sebanyak 17 pemuda terjaring patroli balap liar yang dilaksanakan Polisi di ruas Jl Sultan Alauddin, Gunung Sari, Kota Makassar, Jumat (1/10/2021) dini hari.

Tim Balap Liar Polsek Rappocini dipimpin Panit 2 Reskrim, Ipda Ahmad Hajar, kembali turun tangan untuk membubarkan dan bertindak tegas dengan menangkap sekelompok pemuda yang cukup meresahkan warga dan pengguna jalan

Sekitar tujuh unit sepeda motor dan 17 orang pelaku diamankan Polisi saat melakukan balapan liar di sejumlah ruas jalan utama di wilayah hukum Polsek Rappocini

Kapolsek Rappocini, Kompol S Syamsuddin, mengungkapkan, pihaknya gencar melakukan razia kendaraan dengan membentuk Tim Balap Liar dalam rangka menjaga keamanan, keselamatan, dan ketertiban berlalu lintas.

Para pelaku yang diamankan akan diproses sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Selanjutnya akan kita bawa ke Satuan Lantas Polrestabes Makassar untuk dilakukan tilang sekaligus dilakukan cek fisik mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lainnya,” ujar Kapolsel Rappocini.

“Sanksi berupa tilang sekaligus mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lainnya,” tambah Kompol S Syamsuddin.

Kapolsek Rappocini mengakui,
dengan adanya permintaan beberapa orang tua pelaku balapan liar agar anaknya dilakukan pembinaan spritual, maka pihak kepolisian memfasilitasi kegiatan tersebut bekerja sama dengan tokoh agama yang dikoordinir langsung anggota Bhabinkamtibmas, Aiptu Umar Zulkarnain.

“Pascaproses pemeriksaan di Polsek semuanya akan melakukan kegiatan spritual agama selama tiga hari di masjid dengan mengajarkan tata cara salat berjemaah, zikir, membaca Al Qur’an, dakwah, dan kegiatan akhlak yang baik,” ungkapnya.

Kompol S Syamsuddin menjelaskan, pembinaan keagamaan bagi generasi muda sangat diperlukan dan harus terus berkesinambungan, sebab generasi muda sebagai pemegang tongkat estafet dari generasi tua, maka baik dan tidaknya bangsa ini sangat ditentukan generasi muda penerus tongkat estafet itu sendiri.

“Mereka diberikan bimbingan agar mereka mempunyai moral dan budi pekerti yang luhur dengan segala perbuatan berpedoman pada ajaran agama,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top