search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Presiden Resmikan Pabrik Biodiesel Jhonlin Group di Kalimantan Selatan

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 22 Oktober 2021 13:00
PERESMIAN. Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Group milik pengusaha asli pribumi H Samsudin Andi Arsyad atau karib disapa Haji Isam Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021). foto: istimewa
PERESMIAN. Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik biodiesel PT Jhonlin Group milik pengusaha asli pribumi H Samsudin Andi Arsyad atau karib disapa Haji Isam Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Kamis (21/10/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, TANAH BUMBU – Hamparan kawasan seluas 730 Hektare (Ha) di Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), yang dulu tak dipandang sebelah mata, kini bagai ‘disulap’ menjadi kawasan yang menyimpan demikian banyak harapan, bukan hanya untuk kesejahteraan masyakat lokal Kabupaten Tanah Bumbu dan masyarakat Kalsel saja, namun juga bagi rakyat Indonesia dan bangsa Indonesia.

Betapa tidak, kini di atas hamparan tersebut berdiri sebuah kawasan industri yang dirintis kerja keras seorang pengusaha asli pribumi, H Samsudin Andi Arsyad atau karib disapa Haji Isam.

Di bawah bendera perusahaan PT Jhonlin Group, kawasan industri ini telah dibangun 12 industri yang sebagian sudah selesai dan sebagiannya lagi sementara dalam proses pembangunan.

Adapun industri yang dibangun di kawasan tersebut adalah pabrik biodiesel, pabrik minyak goreng (Agustus 2022), pabrik smelter (4 unit) selesai 2023 dengan added value 72 kali lipat, pelabuhan nikel ore, pabrik plastik dan kemasan, pelabuhan petikemas, pelabuhan liquid dan penunjang, pelabuhan batubara dan pabrik plywood dan bio massa, water treatment plant, power plant serta kawasan pergudangan, perkantoran dan perumahan.

Berangkat dari Sebuah Visi

Keberadaan kawasan industri PT Jhonlin Group milik Haji Isam ini, dibangun bukan hanya berhenti pada sebuah nilai-nilai standar sebuah usaha yang hanya memburu profit semata. Di balik pembangunan ini, ada nilai nasionalisme yang menjulang, rasa kecintaan besar pada kemandirian bangsa dan greget semangat filantropi demi sesama kesejahteraan rakyat, bangsa, dan negara.

Dikatakan demikian, karena di balik pembangunan kawasan industri ini mencuat sebuah visi besar. Seluruh terobosan tersebut merupakan manifestasi gagasan besar kemandirian bangsa dan mewujudkan cita-cita besar Presiden Joko Widodo dalam membangun dari desa/pinggiran, menciptakan lapangan kerja dan mendorong program hilirisasi industri yang memberikan added value dan juga pada gilirannya mewujudkan Indonesia maju.

Sebagaimana diketahui, hingga kini PT Jhonlin Group telah mempekerjakan tenaga kerja langsung 20.000 orang dan tidak langsung 40.000 orang dan realisasi investasi untuk usaha lainnya Rp18 triliun dan khusus kawasan industri Rp11 triliun, sehingga total investasi Rp29 triliun.

Langkah Nyata Wujudkan Harapan Presiden

Beberapa waktu yang lalu, saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik smelter PT Freeport di Gresik, Jawa Timur, Presiden Joko Widodo menekankan adanya semangat kemandirian bangsa dengan mendorong pembangunan hilirisasi industri.

Selama ini, Indonesia hanya dikenal sebagai negara pengekspor hasil bumi mentah. Padahal, keuntungan besar mampu didapatkan dengan memberikan added value melalui pembangunan pabrik-pabrik pengolahan dan pengemasan.

Langkah nyata inilah yang ditunjukkan PT Jhonlin Group dengan membangun pabrik biodiesel di Tanah Bumbu, Kalsel. Pabrik biodiesel ini dibangun sekitar dua tahun dengan total investasi sebesar Rp2 triliun dengan hasil produksi dengan kualitas B30 dan bisa dikembangkan menjadi B50. Yang membanggakan adalah pabrik biodiesel merupakan pabrik terbesar pertama dan terbesar di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan kapasitas 1.500 TPD.

Satu hal yang sangat patut diapresiasi dari semua langkah nyata dari Haji Isam adalah keberanian ekstrem mempertaruhkan serta mendedikasikan diri untuk mewujudkan harapan presiden.

Di tengah musibah pandemi Covid-19 yang menjadikan perekonomian global dan nasional turun drastis serta angka pengangguran meningkat, Haji Isam dengan bendera PT Jhonlin Group mengambil resiko membangun pabrik biodiesel.

Bayang-bayang kemacetan memang menghantui, namun tak ada yang dapat mengalahkan sebuah tekad untuk memberi sumbangsih pada negeri, rakyat Indonesia dan harapan presiden tak menyurutkan langkah Haji Isam.

Tak mengherankan bila Andi Amran Sulaiman (mantan Menteri Pertanian RI) mengatakan, “Andaikan kita bisa mencetak manusia unggul seperti Bapak Andi Samsudin Arsyad, sebanyak 27 orang dengan investasi rata-rata 30 T per orang dari penduduk 270 juta jiwa, maka target investasi pemerintah Rp810 triliun dapat dicapai dalam waktu sekejap.”

Tekad, semangat dan kecintaan pada Indonesia dari Haji Isam inilah yang membuat presiden memberi apresiasi besar. Tidak tanggung-tanggung, presiden sendiri yang langsung terbang ke Tanah Bumbu, Kalsel untuk meresmikan berdirinya pabrik biodiesel PT Jhonlin Group.

Diketahui, total investasi dalam membangun 12 industri di kawasan industri ini senilai Rp11 triliun dengan serapan tenaga kerja sebanyak 2.320 orang.

Semua capaian besar ini diungkapkan Andi Amran Sulaiman dalam sambutannya sebagai Presiden Komisaris PT Jhonlin Group di hadapan Presiden Joko Widodo dan rombongan dalam peresmian pabrik biodiesel, Kamis (21/10/2021).

Harapan besar bersinar dari daerah pinggiran KTI, PT Jhonlin Group membuktikan kerja nyatanya dan terus bertekad menyempurnakan kawasan ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan menjadikannya sebagai kebanggaan masyarakat Indonesia Timur. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top