search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Mas Guntur Laupe, Jenderal Religius Cetak Penghafal Al Qur’an

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 28 Oktober 2021 18:00
Mas Guntur Laupe. foto: istimewa
Mas Guntur Laupe. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Mantan Kapolda Sulsel, Irjen Pol (P) Mas Guntur Laupe, kini menikmati masa purna tugasnya di institusi Kepolisian.

Saat ini, fokus melakukan pengembangan Pondok Tahfiz Al Qur’an Wa Dakwah yang didirikan saat masih menjabat Kapolda Sulsel.

Kini, Pondok Tahfiz Al Qur’an yang berdiri di atas lahan 1 Hektare (Ha) terletak di Dusun Tanah Karaeng, Desa Tanah Karaeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa ini, sudah memiliki 30 orang santri.

“Alhamdulillah, mulai dibuka 14 bulan lalu oleh Wakil Ketua DMI (Dewan Masjid Indonesia) Komjen (Purn) Dr Syafruddin sampai saat ini sudah memiliki santri 30 orang, kelompok umur SD, SMP, dan SMA. Dari 30 orang, diantaranya enam orang santri telah menyelesaiakn hafalan 30 juz,” ujar Mas Guntur Laupe, Kamis (28/10/2021).

Mas Guntur Laupe bersama ustaz/pembina Pondok Tahfiz Al Qur’an Wa Dakwah. foto: istimewa

Mas Guntur Laupe mengatakan, mereka para santri biasanya standar setoran hafalannya satu hari satu halaman, sementara yang enam orang tersebut lulus mampu menyetor hafalan per hari sampai lima halaman. Hal ini dikarenakan suasana lingkungan pondok sangat mendukung untuk melakukan hafalan Al Qur’an.

“Di samping itu, tempatnya pun juga memadai untuk kapasitas 30-40 orang dan didukung para ustaz kompeten yang juga merupakan hafiz Al Qur’an sebanyak empat orang,” katanya.

“Alhamdulillah, semua kegiatan lancar dan untuk diketahui para santri berasal dari wilayah kita dan kabupaten se-Sulsel,” tambah Mas Guntur Laupe.

Bagi yang berminat masuk ke Pondok Tahfiz Al Qur’an Wa Dakwah, kata Mas Guntur Laupe, sangatlah mudah.

“Syaratnya gampang cukup yang bersangkutan diwawancara bersama orang tuanya tentang kesiapan untuk mondok dan menjalankan tugasnya menghafal Al Qur’an, mempelajari hadis, dan belajar praktek dakwah,” ujarnya.

Mas Guntur Laupe bersama salah satu sahabatnya Wachyudi Muchsin. foto: doelbeckz/pluz.id

“Mereka mondok dari awal hingga akhir sama sekali tidak dipungut biaya. Mulai makan, buku-buku, pakaian, dan sebagaianya. Semuanya kita siapkan. Dengan demikian para santri akan lebih fokus menghafal Al Qur’an, mempelajari hadis, dan belajar praktek dakwah,” tambahnya.

Mas Guntur Laupe mengakui, ketertarikannya mendirikan Pondok Tahfiz Al Qur’an Wa Dakwah ini, karena ia memang pencinta baca Al Qur’an dan masjid. Bahkan, sejak kecil sudah aktif sebagai anak remaja masjid dan keterpanggilan sebagai umat muslim untuk mengIslamkan Islam.

Sebagai tambahan saat ini Mas Guntur Laupe sudah membangun masjid untuk warga sekitarnya di kampung halamannya Sumpang Minangae, Kota Parepare.

“Sekarang di era teknologi sosial media penting hadir nilai religius, yang mendalami Islam dan menghafal Al Qur’an, makanya saya pikir bagaimana melahirkan dan mengkader generasi Islam yang lebih bagus dan berkualitas, terutama kualitas Islam. Kesemuanya ini disamping bertujuan untuk mencetak generasi Islam yang berkualitas juga untuk bekal akhirat kelak, baik sebagai santri, ustaz, dan semua yang terlibat, Amin Yaa Rabbal Alamin,” jelas Mas Guntur Laupe yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Masyarakat Parepare (IKM Pare) periode 2021-2024. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top