search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemprov Sulsel Siapkan Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 12 November 2021 13:00
PENINJAUAN. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau peralatan dan perlengkapan pasukan pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam dan Pengecekan Peralatan SAR Wilayah Sulsel di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (11/11/2021). foto: istimewa
PENINJAUAN. Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, meninjau peralatan dan perlengkapan pasukan pada Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam dan Pengecekan Peralatan SAR Wilayah Sulsel di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (11/11/2021). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam dan Pengecekan Peralatan SAR Wilayah Sulsel di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (11/11/2021).

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) memberikan motivasi dan semangat kepada semua personil.

Pada kesempatan ini menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polda Sulsel yang menggelar apel konsolidasi antisipasi bencana alam dalam rangka meminimalisir terjadinya korban dan kesiapsiagaan dalam antisipasi bencana alam, yang dapat terjadi kapan dan dimana saja. Demikian apresiasi kepada TNI, BPBD, dan SAR.

“Menghadapi bencana alam, tentu diperlukan sinergitas dan solidaritas dalam bentuk antisipasi dan kesiapsiagaan baik dari SDM (Sumber Daya Manusia), logistik dan peralatan dengan menggunakan prinsip tanggap, tangkas, dan tangguh, minimalisir korban, dan penyelamatan manusia dan harta benda,” katanya.

Andi Sudirman mengingatkan, keharusan selalu waspada mengingat informasi dari BMKG tentang potensi badai La Nina dengan intensitas moderat dapat terjadi pada November 2021 sampai dengan Februari 2022, sehingga diprediksi akan mengakibatkan terjadinya cuaca ekstrem, curah hujan yang tinggi disertai angin kencang yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor maupun bencana hidrometeorologis lainnya.

Pesan lainnya, untuk menghentikan penebangan yang tidak jelas dan liar. Diharapkan setiap masyarakat cinta untuk menanam dan menghijaukan lingkungan.

Adapun, pengecekan alat ini menjadi ikhtiar usaha sebagai persiapan kesiap-siagaan, melakukan perencanaan dan persiapan yang baik.

“Kita mengelola kondisi lebih baik jika terjadi persoalan kebencanaan, peralatan sudah cek alat-alat dan fungsional. Ini juga sebagai pemeriksaan reguler agar alat tetap berfungsi dan terawat. Kita berharap tidak ada bencana, tetapi paling penting kita selalu siap dalam berbagai kondisi yang dibutuhkan,” sebutnya.

Pada pengecekan ini, salah satu yang menarik perhatian adalah perahu evakuasi yang terbuat dari drum/galon.

“Ini mantap sekali, bisa masuk gang-gang perumahan,” sebut Andi Sudirman.

Bintara Latihan Sat Brimob Polda Sulsel, Bripka Bakti Nusawan, menjelaskan, perahu untuk evakuasi banjir, dimana memiliki kemampuan untuk dioperasikan masuk lingkungan perumahan gang kecil dan rawan dengan besi dan kayu yang tajam. Satu unitnya dibuat dengan biaya Rp2-3 juta.

“Ini untuk mengevakuasi warga disekitar perumahan, mungkin ada duri atau pagar yang tidak memungkinkan rubber boat masuk. Jadi ini kita gunakan perahu yang terbuat dari drum pelastik dan jerigen,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top