search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Curah Hujan Tinggi, Masyarakat Makassar Diminta Waspada

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 20 Januari 2022 22:00
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno turun langsung memantau Kolam Regulasi Nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo, Kamis (20/1/2022). foto: istimewa
PENINJAUAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno turun langsung memantau Kolam Regulasi Nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo, Kamis (20/1/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Intensitas hujan yang cukup tinggi beberapa hari ini di Kota Makassar membuat Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, sempat mengeluarkan instruksi siaga untuk menghadapi banjir juga kemungkinan adanya angin puting beliung.

Hal tersebut berdasarkan pantauan BMKG juga aplikasi cuaca yang menyebutkan Kota Makassar menjadi salah satu daerah yang berpotensi curah hujan tinggi.

Oleh karena itu, untuk memastikan kesiapan Makassar menghadapi banjir, Danny Pomanto bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Djaya Sukarno, turun langsung memantau Kolam Regulasi Nipa-nipa sebagai kolam reduksi banjir yang ada di Sungai Tallo, Kamis (20/1/2022).

“Tetap mawas diri sembari terus berdoa semoga apa yang diprediksikan tidak terjadi di Makassar. Kolam regulasi ini menjadi kolam tunggu yang bisa mengukur sejauh mana debit air, sehingga masyarakat harus bersiap menghadapi banjir,” ungkapnya.

Menariknya Kota Makassar kini mendapat pompa air dari pusat yang dapat digunakan untuk mengantisipasi tempat yang tergenang yang punya tanggul tinggi untuk bisa dialihkan airnya secara mekanis.

“Alhamdulillah, ada pompa dari pusat, kita akan coba sebentar operasionalnya seperti apa. Diharapkan dengan adanya pompa air ini, bisa membantu mengalirkan air secara mekanis. Yah berbagai cara kita lakukan untuk menjaga Makassar dari banjir,” jelasnya.

Senada dengan Wali Kota Makassar, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Djaya Sukarno, menyebutkan, kondisi Kolam Regulasi Nipa-nipa saat ini masih mampu menampung debit air.

“Saat ini masih ada space untuk menampung dan masih aman dalam 44 jam ke depan jika hujan ada jeda, namun jika hujan terus menerus, maka kita akan siapkan untuk lakukan pompa air agar bisa menahan air masuk ke Makassar,” ujar Djaya Sukarno.

Melihat kondisi yang ada saat ini, Kota Makassar ditetapkan dalam kondisi waspada dan warga diminta untuk terus berdoa dan tidak membuang sampah sembarangan agar tidak mengganggu aliran air. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top