search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Ekspor Sulsel 2021 Tumbuh 21,15 Persen dengan Nilai Rp23,81 Triliun

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 09 Februari 2022 10:00
Andi Sudirman Sulaiman. foto: istimewa
Andi Sudirman Sulaiman. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel mencatat ekspor mengalami kenaikan yang signifikan. Jika dibandingkan tahun 2020, ekspor Sulsel tumbuh 21,15 persen.

Data dari Surat Keterangan Asal (SKA) Dinas Perdagangan Sulsel, ekspor Sulsel secara keseluruhan di 2021 (Januari-Desember) meningkat dibandingkan 2020 (yoy) dari US$ 1.384,6 juta (Rp19,66 triliun) menjadi US$ 1.677,39 juta (Rp23,81 triliun).

“Alhamdulillah, ekspor Sulsel semakin meningkat, secara keseluruhan dari Januari-Desember 2021, lebih besar dari 2020,” kata Andi Sudirman Sulaiman, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Selasa (8/2/2021).

Adapun dalam tiga bulan terakhir di 2021 (yoy), yakni Oktober, November, dan Desember meningkat siginifikan. Untuk Oktober dari 39,86 persen, November 42,80 persen, dan Desember 46,39 persen.

“Adapun komoditas ekspor utama Sulsel; nikel, rumput laut, udang segar, carragenan, kakao liquir, mete kupas, biji kakao, telur ikan terbang, clinker (bahan pembuatan semen), dan ikan olahan,” sebutnya.

Ia pun menyebutkan, pencapaian tahun 2021 ini sebagai langkah menuju recovery ekonomi dan semakin menggenjot ekspor di 2022. Ini juga akan berdampak pada perekonomian masyarakat kita semakin membaik.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo, mengatakan, peningkatan 21 persen dengan uang yang beredar Rp23 triliun selama masa pandemi angkat tersebut tertinggi.

Peningkatan ini didukung adanya eskpor langsung via Bandara Internasional Sultan Hasanuddin dan Pelabuhan Makassar.

Ia pun yakin dan memproyeksi ekspor Sulsel di 2022 bisa sama dengan 2021 atau meningkat sebesar 25 persen. Karena pemerintah pusat telah menghadirkan infrastruktur pendukung utama, seperti Makassar New Port (MNP), Bandara Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, dan Kereta Api Trans Makassar-Parepare yang dibuat interkoneksi.

Selain itu, juga dihadirkan, dry port (pelabuhan darat) di Jeneponto dan Sidrap. Dry port yang ada di Sidrap juga diharapkan bisa melayani eskpor komoditas dari Sulawesi Barat. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top