
PLUZ.ID, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Hasanuddin Leo, mengawali kegiatan kedewanan 2022 dengan menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) angkatan 1 tahun anggaran 2022.
Sosialisasi perda yang dilakukan Hasanuddin Leo terkait Perda Kota Makassar Nomor 1 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Hotel Travellers Phinisi Makassar, Sabtu (19/2/2022).
Menurutnya, perda tersebut masih sangat perlu lebih lanjut untuk disosialisasikan, karena mengatur tentang hak dan kewajiban apakah sebagai guru, orang tua, dan selaku masyarakat secara keseluruhan.
“Ini juga menjadi hal yang wajar untuk diketahui, karena kita adalah objek sekaligus subjek. Sesungguhnya setiap peraturan ada dua hal yang selalu dibahas dan dibicarakan, yaitu persoalan hak dan persoalan kewajiban,” ujarnya.
Legislator PAN Makassar tiga periode ini, berharap dengan sosialisasi ini, ada kesepahaman antara orang tua, terkait dengan bagaimana sebenarnya bentuk penyelenggaraan pendidikan itu sendiri, sehingga bisa paham apa yang menjadi hak dan kewajibannya.
“Oleh karena itu, banyak hal yang bisa menjadi catatan untuk pemerintah, utamanya adalah terkait dengan keluhan sarana, termasuk kurikulum. Pemerintah juga harus tahu kemampuan orang tua secara keseluruhan, karena ada orang yang sama sekali tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya, nah di situlah pemerintah hadir di situ,” terangnya.
Dalam sosialisasi perda kali ini menghadirkan dua narasumber, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Aminuddin Tarawe dan Akademisi dari Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar Andi Tamsil.
Aminuddin mengatakan, dalam Perda Penyelenggaraan Pendidikan ini, yang dibahas cuma dua, yaitu hak dan kewajiban. Jadi ada hak dan kewajiban peserta didik, orang tua, masyarakat, dan pemerintah.
“Jadi setiap peserta didik berhak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu, pendidikan agama sesuai yang dianut, pendidikan khusus bagi yang memiliki kekurangan fisik dan sebagainya,” jelas Aminuddin.
Sementara, Andi Tamsil menambahkan, dalam hasil penelitian yang ditemukan tiga tahun lalu, ke depan profesi yang pertama kali ditinggal adalah guru dan dosen.
“Karena efek kecanggihan teknologi semua yang dikerjakan tenaga pendidik, itu semua ada di Google. Makanya di era sekarang banyak orang tua kelabakan dalam mendidik anaknya. Makanya sangat tepat itu apa yang telah disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa setiap orang guru dan setiap tempat adalah sekolah,” jelas Tamsil. (***)