search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dinkes Sulsel Rekrut Tenaga Gizi Pendamping Desa

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 27 Februari 2022 12:00
REKRUTMEN TGPD. Proses rekrutmen Tenaga Gizi Pendamping Desa (TGPD) telah dimulai pada Jumat dan Sabtu (25-26/2/2022). foto: istimewa
REKRUTMEN TGPD. Proses rekrutmen Tenaga Gizi Pendamping Desa (TGPD) telah dimulai pada Jumat dan Sabtu (25-26/2/2022). foto: istimewa

Dampingi Masyarakat di 240 Desa Cegah Stunting

PLUZ.ID, MAKASSAR – Proses rekrutmen Tenaga Gizi Pendamping Desa (TGPD) telah dimulai pada Jumat dan Sabtu (25-26/2/2022).

Tenaga pendamping gizi ini akan terlibat dalam upaya pencegahan sunting di Sulsel melalui program Aksi Stop Stunting.

Dalam proses perekrutan ini melibatkan kerjasama dengan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Makassar dan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Adapun peserta yang mengikuti proses rekrutmen ini sebanyak 311 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, dr Arman Bausat, menjelaskan, TGPD ini nantinya akan terlibat dalam program Aksi Stop Stunting. Hal ini menjadi fokus Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, yang terus mendorong peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Program ini akan dilaksanakan di 24 kabupaten/kota dimana masing-masing kabupateb/kota ada sepuluh desa/kelurahan lokus dengan jumlah total sebanyak 240 desa/kelurahan dimana dalam pelaksanaannya kegiatan ini akan melibatkan TGPD,” ungkap Arman, Minggu (27/2/2022).

Arman mengungkapkan, tenaga gizi yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan teknis dibawah bimbingan Dinas Kesehatan Provinsi, Universitas Hasanuddin dan Poltekkes Kemenkes Makassar.

“Sebanyak 240 tenaga pendamping gizi yang direkrut. mereka nantinya bertugas pada satu desa, berarti ada 240 Desa yang menjadi lokus pada 24 kabupaten/kota dan akan bertugas selama kurang lebih tujuh bulan, yakni hingga November dan akan dilakukan evaluasi pada Desember nanti,” ujarnya.

Soal tugas pendamping gizi, Arman mengaku, untuk memberikan edukasi kepada keluarga pada 1.000 hari pertama kehidupan dan memberikan paket intervensi gizi pada anak dan ibu hamil untuk desa lokus stunting di 24 kabupaten/kota.

“Para pendamping juga akan melakukan sosialisasi perubahan perilaku pada remaja putri, ibu hamil dan ibu yang memiliki balita,” ucapnya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Sulsel, Andi Nurseha, menambahkan, berbeda dari tahun sebelumnya, 2022 ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengintervensi seluruh kabupaten/kota dengan menetapkan sepuluh lokus masing-masing daerah.

“Diharapkan akan ada terbentuk tim percepatan penurunan stunting di desa, sehingga ketika Tim Pendamping Gizi ini, tidak lagi bertugas di desa porgram Aksi Stop Stunting tetap berjalan dengan adanya Tim Percepatan Penurunan Stunting di Desa,” jelasnya.

TPG ini pun diharapkan dapat menjaring keluarga tidak mampu yang tidak terdaftar pada jaminan kesehatan, khususnya ibu hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK), balita gizi kurang/buruk, dan balita stunting.

“Insya Allah, ke depan kita akan lebih banyak berkoordinasi dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait khususnya dalam penanganan kemiskinan bagi keluarga yang tidak mampu,” lanjutnya.

Untuk diketahui, para calon TGPD diharuskan menjalani seleksi yang dibagi dalam tiga sesi. Pertama, tes melalui media elektronik. Kedua, tes praktek pengukuran antropometri dan ketiga tes wawancara. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top