search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

TPID Makassar Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok Selama Ramadan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 29 Maret 2022 18:00
RAKOR TPID. Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Makassar, Rusmayani Madjid (kiri), saat membuka Rapat Koordinasi TPID Kota Makassar di Gedung Balai Kota Makassar, Senin (29/3/2022). foto: istimewa
RAKOR TPID. Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemkot Makassar, Rusmayani Madjid (kiri), saat membuka Rapat Koordinasi TPID Kota Makassar di Gedung Balai Kota Makassar, Senin (29/3/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Makassar memberikan respon penuh mengantisipasi terjadinya gejolak harga sejumlah bahan pokok di pasaran menjelang Bulan Suci Ramadan. Hal ini terlihat saat berlangsung Rapat Koordinasi TPID Kota Makassar di Gedung Balai Kota Makassar, Senin (29/3/2022).

“Fokus kita adalah memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan puasa dengan cara menjaga kestabilan harga-harga kebutuhan pokok di pasaran. Hal ini juga menjadi instruksi Pak Wali (Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto) agar seluruh stakeholder memperkuat sinergi agar tidak terjadi kelangkaan dan juga gejolak harga bahan pokok, sehingga warga kita bisa tenang menjalankan Ibadah di bulan puasa,” ujar Rusmayani Madjid, Asisten Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat membuka Rapat Koordinasi TPID Kota Makassar.

Rusmayani yang juga merupakan Koordinator TPID Kota Makassar menjelaskan, TPID memiliki tanggung jawab untuk memantau dan menyiapkan langkah-langkah strategis mengatasi terjadinya inflasi di Kota Makassar.

“Kemarin Pemkot Makassar telah menggelar Festival Rebus Makassar sebagai bagian kampanye untuk mengurangi konsumsi minyak goreng dengan cara mengkonsumsi makanan yang diolah dengan cara direbus. Selain membudayakan hidup sehat, kampanye ini juga menjadi gerakan melawan kelangkaan minyak goreng yang saat ini terjadi hampir di seluruh wilayah di Indonesia,” ujarnya.

Sementara, di tempat yang sama, Deputi Direktur Bank Indonesia, Hasiando G Manik, mengatakan, kondisi global telah ikut mempengaruhi kondisi dalam negeri, termasuk bahan pokok yang produknya bersumber dari luar negeri.

“Kita berharap produk lokal, seperti ikan, cabai, bawang goreng serta yang lainnya dapat kita kendalikan. Kita bersama-sama di TPID saling bersinergi, termasuk dengan aparat keamanan demi menjaga lancarnya rantai pasok dan memastikan tidak ada penimbulan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Hasiando.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Makassar, Harisun, mengajak seluruh stakeholder untuk memasifkan pesan ke publik agar tidak melakukan Panic Buying mengingat stok minyak goreng sebenarnya cukup memadai.

“Salah satu penyebabnya, yakni Panic Buying. Banyak masyarakat kita, terutama ibu-ibu rumah tangga yang melakukan belanja minyak goreng secara berlebihan, melebihi kebutuhan yang sebenarnya. Makanya informasinya yang harus diperbaiki. Mari kita membeli minyak goreng sesuai kebutuhan saja,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bagian Perekonomian Pemkot Makassar, Nur Kamarul Zaman, menekankan pentingnya mengendalikan laju inflasi dengan strategi 4K.

“Strategi 4K adalah bagian dari pemulihan ekonomi nasional, yang mencakup keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif demi menjaga inflasi di tengah masyarakat,” ujar Nur Kamarul Zaman yang juga merupakan Sekretaris TPID kota Makassar.

Menurutnya, data Februari 2022 menunjukkan Kota Makassar mengalami deflasi sebesar 0,06 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender 2022 sebesar 0,50 persen dan inflasi dari tahun ke tahun sebesar 2,10 persen.

Hal ini merupakan andil sepuluh komoditas yang dominan terhadap Inflasi, yakni bawang merah, air kemasan, tempe, gula pasir, sampo, emas perhiasan, sabun mandi, ikan cakalang dan ikan sisik, sabun deterjen bubuk dan cair, serta udang basah.

Sementara, sepuluh komoditas yang dominan terhadap deflasi, yakni cabai rawit, minyak goreng, telur ayam ras, kacang Panjang, cabai merah, kangkong, ikan bandang dan ikan bolu, jeruk nipis dan limun, kol putih dan kubis, serta daging ayam ras.

Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah stakeholder, diantaranya Bank Indonesia, Bulog, Perusahaan Daerah Pasar Makassar Raya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, distributor bahan pokok, termasuk TNI/Polri. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top