PLUZ.ID, MAKASSAR – Saluran air baku di sekitar Nipa-nipa Antang yang mengantar air dari Kabupaten Maros ke Kota Makassar tercemar limbah pelumas atau oli, Sabtu (9/4/2022) dini hari.
Kejadian ini mengakibatkan produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA 3) Antang stop produksi, karena kadar timbal melebihi ambang maksimal yang dipersyaratkan Dinas Kesehatan.
Untuk mengetahui bagaimana kejadian awal dan sebagai langkah preventif, Perumda Air Minum Kota Makassar, melalui Kepala Seksi IPA 3 Antang Amran dan Pengawas Saluran Hamzah akhirnya melaporkan kejadian ini, ke Polsek Moncongloe, Kabupaten Maros yang diterima langsung Kapolsek Moncongloe IPDA Mansyur.
Berdasarkan laporan tersebut Polsek Moncongloe bersama personel langsung melakukan pemeriksaan dan pengecekan ke lokasi, yakni di jalan Inspeksi PDAM Ballapati, Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.
Mansyur dalam penjelasannya mengatakan, kegiatan ini merupakan tindakan atas adanya laporan Perumda Air Minum Kota Makassar atas adanya pembuangan limbah pelumas atau oli bekas ke sungai, sehingga tercemar yang disinyalir ada kesengajaan pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Jadi kami sementara menyelidiki semua faktornya, jika memang ada ditemukan, maka kami akan memproses lebih lanjut,” ucapnya.
Sementara, di kesempatan lain Danton Bagian Humas Ardjon Syaban juga melakukan pelaporan untuk kejadian yang sama ke Polsek Manggala, Kota Makassar yang diterima Binmas Aipda Zulkifli. Untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan di saluran air baku Nipa-nipa sampai ke sekitar Moncongloe.
“Kami bersama petugas PDAM Makassar turun langsung untuk memastikan dari mana sumber pertama ada yang membuang limbah oli bekas, karena kejadiannya malam hari, tapi tetap kami melakukan pemeriksaan. Ini dilakukan supaya tidak ada lagi warga yang berbuat demikian, sebab akan membahayakan orang banyak dan pastinya air baku ini tidak bisa diproduksi Perumda Air Minum Kota Makassar, karena tidak sesuai kadar,” katanya.
Dihubungi terpisah, Penjabat Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Asdar Ali, mengatakan, jangan sampai ada kesengajaan orang mau melakukan sabotase, karena sangat berbahaya.
“Makanya kami melapor ke aparat Kepolisian supaya bisa mengecek dan memeriksa penyebabnya serta memberikan informasi kepada masyarakat sekitar sungai untuk tidak melakukan hal demikian. Kita juga akan melakukan pengawasan yang lebih ketat sepanjang alur sungai sampai bendungan,” kata Asdar Ali. (***)