search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gelora Bedah Buku Pesan Islam Menghadapi Krisis

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 07 Mei 2022 18:00
BEDAH BUKU. Bedah buku 'Pesan Islam Menghadapi Krisis' yang ditulis Ketua Umum DPP Partai Gelora Anis Matta di Claro Makassar, Sabtu (7/5/2022). foto: istimewa
BEDAH BUKU. Bedah buku 'Pesan Islam Menghadapi Krisis' yang ditulis Ketua Umum DPP Partai Gelora Anis Matta di Claro Makassar, Sabtu (7/5/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Partai Gelora menggelar diskusi dan bedah buku ‘Pesan Islam Menghadapi Krisis’ di Claro Makassar, Sabtu (7/5/2022).

Bedah buku yang ditulis Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gelora Anis Matta pada periode pandemi Covid-19 ini, menghadirkan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Jamaludin Jompa, Pemerhati Dunia Islam Prof Arifuddin Ahmad, dan Pengamat Politik Luhur A Priyanto.

Prof Jamaluddin Jompa yang didaulat menjadi pembicara pertama dalam diskusi ini, menjelaskan, dari segi populasi Indonesia adalah nomor empat dunia. Tapi dari segi sains dan teknologi, Indonesia nomor 48. Indeks inovasi Indonesia bahkan ada di angka 70-an.

“Kita negara besar, tapi dana penelitian kita hanya sekitar 0,1 atau 0,2 persen dari total GDP (Gross Domestic Product/Produk Domestik Bruto) kita,” ujarnya.

Jamaluddin Jompa berharap ke depan, perlu ada perhatian yang serius dari segi kebijakan untuk terus mendorong pengembangan penelitian dan inovasi.

“Kita menitip kepada Partai Gelora untuk bisa menaikkan anggaran penelitian kita bahkan sampai sepuluh kali lipat, agar kita bisa jadi bangsa yang inovatif,” jelasnya.

Sementara, Anis Matta sendiri menyatakan, kelahiran Partai Gelora pada situasi krisis global seperti saat ini, bertujuan untuk menjadi solusi.

“Dunia atau sistem sekarang ini, sedang mengalami penyakit komplikasi, seperti orang tua, satu penyakit ditangani, penyakit lain muncul. Ini seperti berobat, tapi tidak ada harapan untuk sembuh,” ungkapnya.

Anis Matta menjelaskan, persoalan global sekarang adalah persoalan sistemik.

“Kenapa kita menawarkan agama, pesan agama dalam menangani krisis? Karena agama tidak turun dalam ruang kosong. Seharusnya ajaran agama ini dapat diaplikasikan dalam semua situasi,” tambah mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Menurutnya, ada banyak ajaran agama yang hanya dapat dipahami ketika bertemu dengan benturan-benturan kehidupan manusia.

“Perhatikan isyarat agama tentang kelompok elit yang hidupnya bermewah-mewah sebagai sebab suatu kaum itu dihancurkan. Kalau hal ini kita aplikasi kedalam sistem, kita akan menemukan tidak ada sikap yang berlebih-lebihan kecuali pasti ada kezaliman di situ,” ungkapnya.

Dikatakan, di antara kontradiksi sistem global adalah ide tentang pertumbuhan ekonomi yang akhirnya harus menyebabkan ekploitasi dan kerusakan lingkungan. Kesejahteraan yang dinikmati barat sekarang, ongkosnya adalah penderitaan di tempat lain

Sementara, Prof Arifuddin Ahmad menyampaikan harapan pada perbaikan sistem politik

“Wakil-wakil partai nanti harusnya bisa ditempatkan pada tempat (komisi) yang sesuai dengan kapasitasnya. Bukan alasan lain,” jelasnya.

Adapun, Luhur A Priyanto menyampaikan persoalan yang tampak nyata pada para politisi.

“Saya senang kalau ada pemimpin politik yang masih percaya pada kekuatan narasi. Karena sekarang ini, elit politik banyak yang terjebak pada soal teknis kekuasaan. Terus menerus bagi sembako, tapi tidak ada idenya. Semoga ke depan pikiran-pikiran Partai Gelora tentang bagaimana nanti memimpin akan mengambil banyak inspirasi dari buku ini,” tutup Dosen Unismuh Makassar ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top