search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Lorong Wisata Solusi Ketahanan Pangan dan Ekonomi

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 03 Agustus 2022 22:07
Fatmawati Rusdi. foto: istimewa
Fatmawati Rusdi. foto: istimewa

PLUZ.ID, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah memaksimalkan upaya untuk memenuhi ketersediaan pangan dan ketahanan pangan melalui sejumlah program, diantaranya Lorong Garden yang kemudian ditingkatkan menjadi Lorong Wisata.

Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, dalam Konferensi International Improving City Food Security and Creating Future Work Through Urban Farming Based on Culture and Technology di Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/8/2022).

Dalam pemaparannya di hadapan peserta konferensi yang berkolaborasi dengan Milan Urban Food Policy Pact ini, Fatmawati mengatakan, warga yang bermukim di lorong diberdayakan untuk membudidayakan sendiri aneka tanaman pangan melalui program Lorong Wisata.

“Pemerintah Kota Makassar memfokuskan pemenuhan kebutuhan pangan tingkat rumah tangga di lorong melalui program Lorong Garden yang ditingkatkan jadi Lorong Wisata,” ujarnya.

Fatmawati mengatakan, keterlibatan dan partisipasi masyarakat dengan pendekatan kultural atau Sombere’ ke warga lorong merupakan kunci keberhasilan penerimaan masyarakat terhadap program yang telah dirintis sejak beberapa tahun lalu ini.

Menurutnya, ragam sarana produksi telah didistribusikan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Begitu pula dengan pelatihan dan edukasi hingga pendampingan pembudidayaan tanaman pangan juga rutin dilakukan.

“Bantuan sarana produksi dan pembinaan budidaya juga diberikan kepada penerima manfaat di lorong agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan untuk menghasilkan sumber pangan yang bergizi, sehat, seimbang, dan aman,” jelasnya.

“Selain ketersediaan, peningkatan kualitas pangan serta akses pemasaran produk pangan lorong telah memanfaatkan teknologi,” tambah Wawali Makassar.

Fatmawati Rusdi menyebut, pemanfaatan teknologi didukung sistem Smart City yang telah diterapkan di Kota Makassar

Dengan begitu, aspek produksi, mutu, dan keamanan pangan serta perluasan akses pasar dengan penerapan digitalisasi pemasaran bisa dilakukan dalam satu paket.

“Selain menciptakan ketahanan pangan tingkat rumah tangga atau lorong, kita juga kembangkan, sehingga menjadi ketahanan ekonomi. Caranya kita ldigitalisasi pemasaran, begitu juga dengan startup yang ada di lorong-lorong,” jelasnya.

Meski begitu, dia berharap perlunya komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan pangan yang komprehensif, berkelanjutan, dan berkesinambungan.

Di akhir, Fatmawati menandatangani komitmen bersama para wali kota untuk terlibat dalam peningkatan kota untuk memenuhi ketahanan pangan dan menciptakan kerja sama melalui urban farming dengan pendekatan budaya dan teknologi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top