search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Buku Catatan Covid-19 Dokter Koboi Dibedah di Tarakan, Ini Komentar Wali Kota

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 16 Agustus 2022 16:45
BEDAH BUKU. Buku 'Catatan Covid-19 Dokter Koboi' karya dr Wachyudi Muchsin SH MKes dibedah di Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (14/8/2022). foto: istimewa
BEDAH BUKU. Buku 'Catatan Covid-19 Dokter Koboi' karya dr Wachyudi Muchsin SH MKes dibedah di Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (14/8/2022). foto: istimewa

PLUZ.ID, TARAKAN – Buku ‘Catatan Covid-19 Dokter Koboi’ yang diluncurkan di atas perahu phinisi dan memecahkan rekor prestasi Indonesia 21 Juni 2022 lalu kini kembali dibedah di Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (14/8/2022).

Bedah buku berlangsung di Rumah Makan Lemakan Samudra. Hadir dalam acara itu Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Prof Dr Taruna Ikrar, Rektor Universitas Borneo Tarakan, Prof Dr Adri Patton, dan Wali Kota Tarakan, Dr Khaerul serta beberapa tokoh masyarakat Tarakan.

Ketua Konsil Kedokteran Indonesia Prof Taruna Ikrar, mengatakan, dedikasi serta totalitas dr Wachyudi Muchsin SH MKes pada kemanusiaan tidak perlu diragukan, sebab apa yang muncul dari hati yang tulus, maka akan sampai ke hati.

Apalagi, Covid-19 membuat dunia lumpuh termasuk ibadah haji berhenti dua tahun.

Prof Taruna mengatakan, Dokter Koboi hadir memberikan informasi bagi masyarakat, bagaimana menghadapi serta terhindar dari virus mematikan ini kapasitas sebagai Humas IDI Kota Makassar.

“Lebih luar biasa lagi, karena seluruh penjualan buku ini, disumbangkan untuk penderita anak kanker,” ujar Prof Taruna.

Sementara, Wali Kota Tarakan, dr Khaerul MKes, mengatakan, momentum Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-77 adalah refleksi perjuangan seluruh rakyat Indonesia, khususnya dokter serta tenaga kesehatan bersama bersatu melawan serta mengusir virus Covid-19 dari nusantara.

Walau pandemi belum berakhir, kata dia, dengan protokol kesehatan ketat warga sudah bisa kembali melakukan aktivitas seperti sediakala.

Buku ini ditulis dr Wachyudi Muchsin SH MKes yang juga menjabat Humas IDI Kota Makassar yang juga Kabag Humas dan Kerja Sama UIM dan disunting dua jurnalis senior Makassar, Fachruddin Palapa dan Faisal Syam.

Buku setebal 148 halaman ini, berisi tentang pengalaman Dokter Yudi selama terlibat dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dua tahun terakhir ini

“Hanya mencoba menulis di media sosial pengalaman selama aktif menangangi Covid-19 bersama teman sejawat di IDI Kota Makassar. Namun, tim editor melihat ada sesuatu yang perlu dituliskan dalam sebuah buku sebagai warisan ilmu kepada siapa saja. Maka jadilah buku sederhana ini,” kata pria yang akrab disapa Dokter Koboi itu.

Yudi menambahkan, penerbitan buku ini, juga mengandung misi sosial, sebab semua hasil penjualan buku disumbangkan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia di Makassar.

Masyarakat yang tertarik membeli buku ini, diminta langsung mentransfer pembayarannya ke rekening BNI 4456.4456.57 atas nama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top