PLUZ.ID, PALOPO – Wali Kota Palopo, M Judas Amir, melakukan pergerakan cepat dalam hal penanganan stunting di wilayah Kota Palopo.
Setelah mengukuhkan bapak dan bunda asuh untuk penanganan stunting beberapa hari yang lalu, kini wali kota langsung memimpin Apel Siaga Penanganan Stunting diikuti seluruh perangkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo di belakang Halaman Kantor Wali Kota Palopo, Jumat (21/10/2022).
Judas Amir mengajak pihak-pihak terkait untuk bekerja bersama dalam menuntaskan kasus stunting saat ini mengalami angka penurunan menuju ke zona bebas stunting atau zero stunting sebagai upaya Pemkot Palopo 2022.
Pada apel yang dihadiri Kapolres Kota Palopo AKBP Muh Yusuf Usman, Kasdim 1403 Palopo Mayor Kav Suparman, Sekertaris Daerah Kota Palopo Firmanza DP serta para pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Palopo ini, Judas Amir menyampaikan, untuk penanganan stunting semua harus menyatukan tekad.
“Apel siaga yang kita lakukan hari ini adalah bentuk keseriusan Pemkot Palopo bersama instansi terkait dalam menuntaskan kasus stunting saat ini menurun menuju zona bebas, artinya sudah tidak ada kasus stunting di wilayah Kota Palopo,” ucapnya.
“Selesai upacara ini kita satukan perasaan dan tekad kita untuk menyelesaikan, sehingga ini perlu menjadi perhatian kita bersama jiwa kita harus bicara agar Kota Palopo ditakdirkan menjadi kota yang bebas stunting,” jelasnya.
Kapolres Palopo, AKBP Muh Yusuf Usman, menambahkan, melalui apel siaga ini, diharapkan agar semua sektor dan instansi mampu untuk dapat mengidentifikasi, menganalisa, dan mengambil tindakan pencegahan serta mitigasi bencana, sehingga dapat mengurangi tingkat risiko terjadinya korban jiwa maupun kerugian materil yang pada akhirnya diharapkan akan terwujud upaya penanggulangan bencana di Kota Palopo atas adanya koordinasi antara pemerintah, unsur aparat keamanan, dan stakeholder yang ada.
“Maka dalam rangka penyelenggaraan penanggulangan bencana ke depan diharapkan mampu untuk dapat dilaksanakan secara terencana dan terintegrasi, sehingga pengelolaan bencana dapat dilaksanakan secara terpadu dan menyeluruh serta terasa maksimal di masyarakat,” tegas Kapolres Palopo. (***)