search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Menko Perekonomian: Operasional ESG Vale Kelas Satu

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 12 Februari 2023 16:21
PEMANDANGAN INDAH. CEO PT Vale Indonesia Febriani Eddy (ki-ka), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menikmati pemandangan Danau Matano, Luwu Timur. foto: istimewa
PEMANDANGAN INDAH. CEO PT Vale Indonesia Febriani Eddy (ki-ka), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menikmati pemandangan Danau Matano, Luwu Timur. foto: istimewa

PLUZ.ID, LUWU TIMUR – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebutkan, PT Vale Indonesia bisa menjadi brand ambassador alias percontohan bagi penambang nikel di Indonesia yang menerapkan good mining practices.

Hal itu diutarakan Airlangga ketika kunjungan bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, serta Ketua dan Anggota Komisi VII DPR RI, Jumat-Sabtu (10-11/2/2023)

Dalam kunjungan tersebut, rombongan didampingi CEO Febriani Eddy, CFO Bernardus Irmanto, COO Abu Ashar, CTO Jinan Syakir, dan para leaders.

Mereka menikmati pemandangan Danau Matano, Luwu Timur, menanam pohon di Nursery, melihat Taman Kehati, serta mengunjungi area penambangan dan reklamasi tambang di Solia Hill.

Airlangga mengatakan, PT Vale punya pengalaman dan keseriusan dalam menjalankan operasi yang berfokus pada Environmental, Social and Governance (ESG).

“Terbukti PT Vale mampu menjadi katalisator ambassador menggandeng investor kelas dunia, seperti Xinhai, Tisco, Huayou, dan Ford untuk berbisnis di Indonesia,” katanya.

Airlangga menjelaskan, operasi pertambangan di Sorowako itu kelas satu dari beberapa tambang lain.

“Operasi pertambangan di Sorowako kelas satu yang sudah saya lihat. Kita tahu banyak penambang nikel di Indonesia, tapi jarang saya lihat penanganan lingkungan seimpresif dan sebaik di PT Vale,” jelasnya.

Airlangga menambahkan, PT Vale memiliki andil besar dalam memajukan ekonomi Indonesia, khususnya di Sulsel.

Ia berharap, apa yang telah dijalankan PT Vale dapat direplikasikan di Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa.

“Tiga Pemerintah Daerah (Pemda) ini, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, wajib hukumnya mendukung PT Vale Indonesia,” jelasnya.

Senada dengan Airlangga, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, berharap, penambangan dan pengolahaan nikel PT Vale di Blok Sorowako dapat menjadi tolok ukur bagi perusahaan lainnya.

“Tata kelola di sini bisa dikategorikan best mining practices dan menjadi sumber pendapatan asli daerah,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan PT Vale dalam mengembangkan sumber daya masyarakat lokal sudah tidak diragukan lagi.

Agus menyatakan, selama puluhan tahun PT Vale sukses membangun infrakstruktur, mengembangkan potensi masyarakat untuk bergabung bekerja di PT Vale.

“Komitmen perusahaan untuk memberdayakan usaha kecil maupun menengah masyarakat patut diapresiasi. Saya kira kontribusi perusahaan untuk masyarakat Luwu Timur cukup besar. Sekarang dengan proyek pengembangan di (Blok Bahodopi) Morowali dan (Blok) Pomalaa, kami yakin PT Vale mampu membantu meningkatkan perekonomian nasional,” jelasnya.

Sementara, CEO PT Vale Indonesia, Febriani Eddy, kepada Menko Perekonomian dan rombongan menyatakan, praktik yang dilakukan di Blok Sorowako akan diterapkan juga di Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa.

“Seperti Danau Matano yang Bapak lihat tadi, itu hasil limpasan tambang dan bisa dilihat sendiri bagaimana kami menjaga kualitas air. Kami berkomitmen penuh dengan praktek pertambangan berkelanjutan dan proyek pengembangan kami akan sama baiknya atau lebih dari yang ada di sini (Sorowako),” tuturnya.

Sebelum kunjungan ke Blok Sorowako, Menko Perekonomian beserta rombongan menghadiri groundbreaking Indonesia Growth Project (IGP) Morowali yang dikerjakan PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Ini groundbreaking ke dua, setelah sebelumnya di Blok Pomalaa. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top