search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Lorong Wisata ala Danny Pomanto Raih Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2023

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 26 Februari 2023 13:00
PENGHARGAAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menerima penghargaan yang diwakili Kepal Dinas Komuninasi dan Informatika Kota Makassar Ismawaty Nur di Studio tvOne, Epicentrum, Jakarta, Sabtu (25/2/2023). foto: istimewa
PENGHARGAAN. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menerima penghargaan yang diwakili Kepal Dinas Komuninasi dan Informatika Kota Makassar Ismawaty Nur di Studio tvOne, Epicentrum, Jakarta, Sabtu (25/2/2023). foto: istimewa

PLUZ.ID, JAKARTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, kembali menyabet penghargaan sebagai Pusat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Timur.

Penghargaan dengan tema ‘Inovasi Membangun Negeri 2023’ yang diselenggarakan tvOne ini, memilih Makassar sebagai kota dengan inovasi dan kreativitas dalam membangun Lorong Wisata yang digagas Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.

Danny Pomanto mengatakan, dirinya sejak periode pertama hingga kedua ini, menginisiasi lorong sebagai pusat sirkulasi ekonomi masyarakat.

Pasalnya, ia melihat lorong sebagai episentrum Kota Makassar dan segala bentuk kegiatan ekonomi lahir dari sana.

“Kami melihat kota itu ibarat manusia, dan lorong adalah sel kota. Jika ingin memperbaharui sebuah kota maka sel-sel kota harus dikuatkan, didekatkan. Bukan hanya aspek ekonomi, tetapi sosial budaya dan pendidikan. Di situlah tempat dimana semua persoalan dimulai,” kata Danny Pomanto via zoom usai menerima penghargaan yang diwakili Kepal Dinas Komuninasi dan Informatika Kota Makassar, Ismawaty Nur, di Studio tvOne, Epicentrum, Jakarta, Sabtu (25/2/2023).

Program Lorong Wisata ini, merupakan serial terakhir dari periode awal dengan program Lorong Garden. Kini manfaat ekonomi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lorong begitu terasa, dan Makassar pun menjadi kota dengan capaian pertumbuhan ekonomi 4,47 persen pada 2021.

Angka itu sangat positif jika dibandingkan dengan 2020 yang minus akibat pandemi.

Bahkan, Wali Kota Makassar dua periode ini, sudah mendapat bocoran bahwa pertumbuhan ekonomi Makassar kembali positif pada 2022 lalu meski baru akan diumumkan BPS pada akhir Februari ini.

“Insya Allah, pertumbuhan ekonomi Makassar kembali baik dengan pertumbuhan yang lebih tinggi dari nasional dan provinsi. Apalagi, kontribusi Makassar terhadap provinsi sekitar 36 sampai 39 persen,” ucapnya.

Selain itu, Danny menekankan, Kota Makassar tidak bergantung pada satu sektor. Pihaknya mencatat, Makassar memiliki empat sektor yang sangat dominan menopang perekonomian Kota Makassar.

Diantaranya, sektor bisnis, perdagangan, hotel, dan restoran serta properti menjadi empat hal yang sangat mendominasi ekonomi Makassar.

Disamping memperhatikan core ekonomi tadi, dirinya juga selalu melakukan public engagement ke masyarakat untuk memberdayakan Lorong Wisata.

“Kita selalu melibatkan masyarakat terutama untuk membangun ekonomi dari lorong-lorong karena ekonomi makro dan mikro itu sebuah sistem jadi bekerja dari bawah dan mempersempit gini rasio di Kota Makassar, sehingga pemkot mengintervensi pembangunan ekonomi masyarakat di lorong-lorong,” jelasnya.

Hasilnya, dampak positif dari adanya Lorong Wisata ialah menekan harga pangan, sehingga inflasi menjadi terkendali.

Apalagi, di dalam Lorong Wisata itu pun dibuat program Satu Juta Polybag Gerakan Terus Menanam yang baru dilaunching, Sabtu (25/2/2023).

Ada dua komoditi utama yang ditanam, yakni cabai dan bawang. Dua komoditi tersebut dinilai sebagai salah satu, sebab lonjakan inflasi sesuai hasil analisis dari Dinas Perdagangan Kota Makassar.

Oleh karena itu, dengan menanam cabai dan bawang di lorong-lorong, maka dapat mencegah inflasi terhadap dua komoditi itu.

Ia memproyeksikan tahun ini cabai tersebut akan panen hingga tujuh kali dengan total 500 Kilogram (Kg) dengan nilai uang Rp20 juta per lorong.

“Satu polybag bisa menghasilkan 0,5 Kg jadi kalau 1.000 polybag bisa menghasilkan 500 Kg. Kalau 500 Kg dan kita prediksi harga pas lebaran itu nantinya berkisar dari 35-40 ribu sekilo dikali 500 Kg jadi bisa Rp20 juta per lorong dengan total tujuh kali panen sampai bulan sembilan tahun ini. Ini untuk satu lorong yah,” paparnya.

Pun, selain dinikmati untuk warga sekitar, hasil panen komoditi tersebut akan dipasarkan lewat PD Pasar yang nantinya akan didistribusikan melalui Kanre Rong.

Kanre Rong ini rencananya akan hadir berdampingan dengan kontainer pasar murah agar mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan dapurnya.

Dari program itu pihaknya menargetkan inflasi di Makassar turun di bawah 5 persen Februari ini. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top