search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

DPRD Sepakat Pemprov Sulsel Lanjutkan MYP Tahap II

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 28 Agustus 2026 09:00
RAPAT PARIPURNA. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta persetujuan MoU Multiyears dan Single Years Program Prioritas Gubernur Sulsel 2027-2029, Rabu (26/8/2026) malam. foto: istimewa
RAPAT PARIPURNA. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta persetujuan MoU Multiyears dan Single Years Program Prioritas Gubernur Sulsel 2027-2029, Rabu (26/8/2026) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – DPRD Provinsi Sulsel memberikan perhatian serius terhadap keberlanjutan arah pembangunan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, dalam rapat paripurna persetujuan bersama KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027, Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, serta persetujuan MoU Multiyears dan Single Years Program Prioritas Gubernur Sulsel 2027-2029, Rabu (26/8/2026) malam.

Menurutnya, dinamika pembahasan di Banggar menunjukkan bukti seriusnya perhatian legislatif terhadap program-program prioritas Pemprov Sulsel.

“Dinamika Banggar ini sangat diseriusi Ibu Ketua (Andi Rachmatika Dewi), keempat wakil ketua bersama seluruh anggota Banggar, bahkan di luar daripada Banggar. Ini menandakan bahwa semakin serius dan semakin berdinamika pembahasannya, maka semakin serius pula kita memberikan support terhadap program Bapak Gubernur Sulsel,” ucapnya.

Legislator Partai Nasdem ini, mengatakan, pembahasan anggaran dan program prioritas tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh berbagai sektor strategis yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah pertanian.

Mizar mengatakan, perhatian terhadap sektor tersebut memperlihatkan arah pembangunan Sulsel tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah perdesaan.

“Berbagai sektor sangat diseriusi, terutama sektor pertanian. Ini mempertegas bahwa Pak Gubernur bukan hanya membangun dari kota, tetapi dari desa pun dibangun,” ungkapnya.

Mizar menilai, pendekatan pembangunan tersebut semakin memperkuat posisi Andi Sudirman sebagai pemimpin yang memiliki perhatian terhadap pemerataan pembangunan.

Bahkan, konsistensi pembangunan lintas sektor tersebut membuat Andi Sudirman semakin layak disebut sebagai ‘Bapak Pembangunan’ Sulsel.

“Bahkan sektor pariwisata pun beliau bangun. Jadi pembangunan ini tidak hanya satu sektor, tetapi berbagai sektor yang menjadi kekuatan Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Atas dasar itulah, kata Mizar, keberlanjutan program pembangunan melalui skema Multiyears Project (MYP) menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Ia berharap, pelaksanaan MYP tahap pertama dapat berjalan sukses dan dilanjutkan dengan MYP tahap kedua, sehingga kesinambungan pembangunan Sulsel dapat terus terjaga.

“Kalau ini berjalan lancar dan sukses, MYP tahap satu sukses, MYP tahap dua sukses, Insya Allah perjalanan Andalan Hati (Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi) paripurna untuk Sulawesi Selatan di kemudian hari,” tuturnya.

Untuk diketahui, Program MYP 2025-2027 dilaunching Pemprov Sulsel pada Oktober 2025 lalu. Total anggaran mencapai Rp3,7 triliun yang bersumber dari hasil efisiensi APBD Provinsi Sulsel.

Program ini memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan, perbaikan irigasi, dan pembangunan rumah sakit regional di Kabupaten Gowa dan Luwu.

Mayoritas anggaran terserap pada pembangunan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemprov Sulsel.

Total panjang perbaikan dan pengaspalan mencapai 1.000 km jalan yang menyasar 85 ruas jalan di berbagai wilayah dengan anggaran Rp2,5 triliun.

Program MYP juga mengakomodir pembangunan irigasi Rp780 miliar yang melayani 54.000 hektare sawah, dan pembangunan Rumah Sakit Regional Selatan (Gowa) dan Utara (Luwu) senilai kurang lebih Rp485 miliar.

Pembangunan infrastruktur tersebut tengah berprogres dan ditargetkan rampung pada tahun depan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top