search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Inacraft 2023, Pemprov Usung Kerajinan Sulsel Tembus Pasar Dunia

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 28 Februari 2023 10:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dalam pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2023, masing-masing kabupaten/kota dipastikan masing-masing akan membawa lima produk kerajinan unggulannya.

Dari total 24 kabupaten/kota, maka diasumsikan lebih dari 100 kerajinan Sulsel akan dipromosikan secara global pada acara yang digelar di Jakarta Convention Center, 1-5 Februari 2023 ini.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengusung tema besar, yakni ‘From Smart Village to Global Market’ dengan sub-temanya ‘The Authentic South Sulawesi’. Ini menandakan lokalitas seni, kerajinan dan budaya Sulsel yang akan didorong untuk menembus pasar internasional.

“Sebagai momen kebangkitan para pengrajin pascapandemi menuju pasar internasional. Makanya produk yang dipamerkan yang punya potensi ke pasar internasional,” kata Ahmadi Akil, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Sulsel.

Beberapa contoh produk kerajinan yang bakal jadi daya tarik Sulsel di Inacraft antara lain kain tenun berbagai motif, anyaman (lontar, bambu, rotan, teduhu, eceng gondok, pakis), kerajinan gerabah, produk fashion, kerajinan bahan logam, kayu, hingga batu-batuan.

Bahkan, seragam wajib yang akan dikenakan selama pelaksanaan Inacraft ini, akan memakai kain motif khas Sulsel. Motif Tana Toraja ‘Paqkadang Pao’ menandakan kerja sama dan kejujuran, dan motif Bugis-Makassar ‘Bombang’ berarti makna jiwa pelaut yang pantang menyerah.

Dengan itu, peluang besar menunggu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kerajinan dan kesenian Sulsel untuk merambah segmentasi pasar yang sangat luas. Dampak bagi Sulsel sebagai ikon, Nilai Produk Domestik Bruto diperkirakan di angka Rp19,5 triliun dengan sektor perindustrian menopang 18 persen.

Dari segi kebudayaan, tari-tarian, seperti Tari Panggelu dari Toraja, Taro Mansado dari Luwu Timur, Tar Panggelai dari Selayar, dan masih banyak lagi. Musik Batti-batti dan Pakkacapi juga ikut memeriahkan selama lima hari pelaksanaan kegiatan. Juga ada fashion dan kuliner.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudpar Provinsi Sulsel, Fitriani Nas, menambahkan, akan ada pertunjukan musik turiolo beserta tari-tarian seperti Akbulo Sibatang, Marendeng Marampa, dan Pangadakkang.

“Baik seniman, budayawan, pemusik dan penari, hingga sanggar seni dari Sulsel dilibatkan,” ungkapnya.

Dengan jalan itu, segmen leisure dari Pariwisata Sulsel akan ikut dilirik. Apalagi, Sulsel merupakan Center of Point di wilayah Indonesia Timur. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top